Loading...

Minggu, 03 September 2017

Siaga, Tanda-tanda Beberapa Langkah Seperti Saracen Di balik Memanasnya Gosip Rohingya di Indonesia

Selamat malam Para Pembaca BeritaJakarta2017! 

Berita - Perseteruan berdarah di Negara Sisi Rakhine makin memanas, disangka sekitaran 800 warga etnis muslim Rohingya tewas dibunuh pasukan Myanmar. Pasukan pemerintah Myanmar membantai etnis muslim Rohingya karna kalap sesudah memperoleh perlawanan dari pemberontak Pasukan Penyelamat Rohingya Arakan. 

Ditulis dari situs Al Jazeera, Senin (28/8), serdadu pemerintah Myanmar makin ganas menyerang warga Rohingya di daerah Maungdaw, Buthidaung, serta Rathedaung di Negara Sisi Rakhine. Menurut satu diantara masyarakat Maungdaw, Aziz Khan, pasukan Myanmar menyerang kampungnya serta melepas tembakan serampangan. 

“Mereka menembak ke arah semuanya yang bergerak. Ada wanita serta anak-anak yang tewas. Bahkan juga mereka tega membunuh bayi, ” kata Aziz.

Menurut pegiat Rohingya serta blogger di Eropa, Ro Nay San Lwin, pasukan pemerintah Myanmar juga membakar beberapa masjid serta madrasah. Warga Rohingya sangat terpaksa mengungsi tanpa ada perbekalan serta tempat berlindung.

Sekian perseteruan yang berlangsung di sana, jadi manusia pasti kita mengecam aksi kejahatan kemanusiaan yang berlangsung di sana. Lumrah apabila kita semuanya geram juga akan tragedi itu, namun apakah etis bila tragedi itu dipakai oleh orang atau grup spesifik untuk kebutuhanpolitik mereka?  

Kita semuanya bersedih serta mengecam momen yang berlangsung di sana. Serta rasa sedih itu makin bertambah dengan usaha penghasutan lewat beragam langkah untuk kebutuhan spesifik. Kita dapat rasakan ada beberapa usaha untuk memecah belah kerukunan antar umat beragama di Indonesia.

Dan seperti yang saya sangka, banyak yang lalu menyalahkan Jokowi. Seakan-akan Jokowi tidak melakukan perbuatan apa-apa atas peristiwa ini. Meme-meme hasutan bertebaran, tidak sedikit yang menghubung-hubungkan dengan kehadiran Sekjen Partai Komunis Vietnam ke Indonesia. Mereka lantas menyebutkan Jokowi lebih ingin mengundang Sekjen Partai Komunis daripada perduli pada Rohingya. 

Udara pilpres memanglah telah merasa, tetapi apakah etis mendompleng tragedi kemanusiaan di luar sana untuk kebutuhan politik di Indonesia? 

Lihat ramainya hasutan-hasutan memakai gosip pembantaian di Rohingya buat saya berprasangka buruk, bebrapa janganlah sindikat semacam Saracen ada di balik produksi hoax-hoax dan lalu disebar oleh beberapa pemakai sosial media. Terlebih dulu disangka ada sindikat seperti Saracen yang belum juga tersingkap. Saya mencermati ada dua type hoax yang saat ini mengedar luas. 

Pertama yaitu beberapa photo yang disebutkan berlangsung di Rohingya padalah bukanlah. Saya tidak berkata kalau tragedi itu hoax. Tetapi ada beberapa orang yang berniat memakai photo beda untuk tingkatkan eskalasi kebencian juga akan grup spesifik di Indonesia. Fanpage Indonesia Hoaxes sudah membongkar beberapa photo itu.

 


Cukup banyak beberapa photo berlainan dipakai untuk memancing emosi pemakai sosial media yg tidak siaga. Saya amati banyak beberapa photo beda namun 11 photo di atas cukup jadi argumen untuk tetaplah siaga. 

Saat kemarahan serta kebencian makin bertambah karna beberapa photo di atas jadi mulai lah gelombang gosip type ke-2 keluar. Grup ke-2 ini mulai mengarahkan serangan, targetnya terang sekali, Jokowi jadi tujuan tembak dengan memakai peluru Rohingya.


Capture paling akhir tertulis www.detik.com yang bila kita click jadi juga akan menghadap ke situs (blog) yg tidak terang kepemilikannya.


Putra Jokowi juga terkena, walau sebenarnya photo samping yang dicuitkan yaitu photo lama. Serta Gibran Rakabuming menjawabnya lewat cara yang cerdas.  

Jadi dari sini polanya mulai tampak. Mereka buat orang emosi, tidak suka serta geram hingga orang-orang tidak siaga. Kemudian agenda-agenda mereka mulai disusupkan. Orang-orang yang emosi serta geram umumnya akan tidak membaca isi berita, mereka cuma juga akan membaca judul saja. Oleh karenanya gampang sekali dihasut. 


Dampaknya ya jadi begini, ada beberapa orang yang terhasut.



Bakar hidup-hidup orang Budha? Mungkin saja Tersebut yang mereka ingin, mereka menginginkan membakar Indonesia dengan perseteruan. Lantas ganti Jokowi bahkan juga ganti basic negara dengan apa pun yang mereka ingin. 

Adakah sindikat seperti Saracen ada di balik penebaran gosip ini? Entahlah namun kita butuh siaga, pasti kita mengecam apa yang berlangsung di Rohingya namun kita tetaplah butuh waras karna jangan pernah perseteruan yang serupa jadi berlangsung di Indonesia. 

Pasti Indonesia tidak diam saja, namun bila segera mengintervensi terlebih kirim pasukan ke Myanmar dapat menyebabkan perseteruan yang lebih jauh sekali lagi. Indonesia memanglah mempunyai dampak besar oleh karenanya Indonesia bergerak dengan menawan, kita bukanlah seperti Amerika yang segera main invasi negara orang seperti Irak.

https://twitter.com/fadjroeL/status/903903287291740163

Lagi, pembantaian di Rohingya betul-betul berlangsung seperti yang dikabarkan oleh media mainstream serta saya mengecam pembantaian itu. Tetapi memakai penderitaan etnis muslim Rohingya untuk kebutuhan politik di Indonesia serupa menjijikannya dengan aktor pembantaian etnis muslim Rohingya.

0 komentar:

Posting Komentar

BeritaJakart2017. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

 
close
Poker Online Terbaik Indonesia