Loading...

Senin, 25 September 2017

Saat Amien Dituding Pengkhianat, Nikmati Tidak Nikmatnya Dituding Tanpa ada Sebab


Berita - Akan tidak sempat saya jemu mengingatkan kalau juga akan senantiasa saja ada akibatnya karena satu aksi. Tak ada orang dengan lempangnya hidup tidak ada konsekwensi dari tiap-tiap tinfdakannya. Perbuatan baik juga akan dibalas dengan baik, perbuatan jahat juga akan dibalas dengan kejahatan. Meskipun demikian, ada saja orng baik bisa balasan kejahatan dan orang jahat bisa balasan kebaikan. 

Semuanya jadi satu hukum yg tidak dapat tidak diterima. Jangan sampai berfikir kalau apa yang kita kerjakan tidak miliki dampak di lalu harinya dan janganlah berfikir juga apa yang kita peroleh hari ini bukanlah dampak dari peristiwa dan momen yang berlangsung terlebih dulu. 

Jadi, bila ada tukang fitnah, tukang nyinyir, tukang tuding yang terasa risih bila dia terkena fitnah, nyinyir dan tuding, jadi seperti anjuran Prof Mahfud saat berdebat dengan Fahri Hamzah, kita HAHAHA kan saja. Karna begitu terang orang itu ingin nikmatnya sendiri, dan ingin menangnya sendiri. 


Walau sebenarnya dalam hukum sebab karena, tidak sempat ada namanya orang menanam jagung yang tumbuh bungan bangkai, atau demikian sebaliknya orang menanam bunga bangkai yang tumbuh buah jagung. Hukum tabur tuai, apa yang ditanam tersebut yang dituai. Orang sukai lakukan keburukan pasti juga akan memperoleh keburukan. 

Karenanya, orang seperti Amien Rais yang menyukai main tuding, fitnah dan nyinyir pada Presiden Jokowi satu waktu juga akan terkena batunya. Tempo hari saja namanya telah mulai busuk karna jadi kenyataan persidangan terima uang sebesar 600 juta dalam masalah pengadaan Alkes, saat ini Amien terkena tuding jadi pengkhianat bangsa oleh bekas Wakil presiden Try Sutrisno. 

Bekas Wakil presiden Try menyoal debut politik bekas Ketua MPR Amien Rais dalam sistem amandemen UUD 1945, sampai terlontar pernyataan yang menuding bekas ketum PAN itu jadi pengkhianat bangsa. Wakil presiden Try mengatakan kalau Amien berperang besar atas terjadinya amandemen itu. 

Pernyataan Try Sutrisno ini sontak memperoleh tanggapan negatif dari PAN. PAN terasa tudingan yang di sampaikan oleh Try Sutrisno sangat tidak terang arah dan esensinya. Bahkan juga sesungguhnya tidak etis bila hal itu di sampaikan oleh Try Sutrisno yang yaitu seseorang tokoh nasional. 


Sekretaris Fraksi PAN MPR RI, Saleh Partaonan Daulay, mengatakan kalau dalam sistem amandemen tak ada fraksi yang menguasai dan Amien Rais yang saat itu mempunyai tempat jadi Ketua MPR juga tidak dapat mendikte semuanya anggota MPR RI. Mungkin saja Saleh lupa, bila Amien jadi dapat menggerakkan orang untuk naikkan dan jatuhkan Gus Dur dari kursi kepresidenan. 

Amien Rais dan PAN saat ini dapat rasakan bagaimana tidak nikmatnya terkena tuding. Seperti elit politik PKS, HNW, yang seringkali menuding terkena balik dituding PKI, saat ini Amien dan PAN juga rasakan pahitnya terkena tuding. Tidakkah Amien beberapa waktu terakhir juga menuding tidak terang arah dan esensinya waktu mengatakan Presiden Jokowi berikan angin fresh atas bangkitnya PKI?? 

Tidaklah perlu membela diri dan menyebutkan pembenaran atas tudingan seorang kalau Amien yaitu seseorang pengkhianat, sebelumnya sendiri berkaca dan instropeksi. Protes tudingan seorang tidak terang rah dan esensinya, walau sebenarnya Amien juga menuding Presiden Jokowi tidak terang arah dan esensinya juga. Bhkan juga pernah mengatakan Presiden Jokowi seseorang Lurah. 

PAN harusnya tidaklah perlu mengkritik dan protes pernyataan Try Sutrisno sebelumnya dapat mengatur Amien Rais yang yaitu seseorang tokoh nasional, namun senantiasa saja menuding tanpa ada basic, arah, dan esensi yang pasti. Jadi anehnya tingkah laku jelek Amien yang mengakui tokoh nasional ini dibela Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, jadi orang yang bebas ngomong apa sajakah.

Bila Amien dapat ngomong apa sajakah jadi seseorang tokoh nasional dan pendiri PAN, jadi saya fikir hal tersebut juga berlaku untuk Try Sutrisno. Try dapat bicara apa sajakah, karna level ketokohannya serupa dengan Megawati dan Amien Rais. Terkecuali bila PAN aplikasikan standard ganda bila yang cuma bisa ngomong ngawur ngidul cuma Amien Rais saja. 

Ya, bila telah demikian standarnya jadi tiap-tiap memprotes dan kritik dari PAN dipandang angin lantas saja. Karna tak ada kemampuannya satu kritik dan memprotes bila AMien juga sikapnya sesuai sama itu. Seperti kata pepatah, teladan lebih berkuasa dari pada pengucapan. Bila teladannya sukai tuding, jadi jangan sampai larang orang tidak untuk menuding balik. 

Jadi, dari pada meradang, anjuran saya PAN dan Amien nikmati saja tidak nikmatnya terkena tuding. Bila pada akhirnya ingin bertobat dan berhenti menuding beberapa tidak Presiden Jokowi kita semuanya bersukur. Gitu saja ribet.

0 komentar:

Posting Komentar

BeritaJakart2017. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

 
close
Poker Online Terbaik Indonesia