Loading...

Sabtu, 02 September 2017

Pengacara Sebut Jonru Mengejek Jokowi Waktu Capres? Sini Saya Skak!


Berita - Waktu Jonru dilaporkan ke Polisi, beberapa orang kaget. Ada yang kaget bahagia, ada yang kaget kurang sepakat. Ada yang kurang sepakat sebab Jonru yaitu hiburan, tempat berkumpulnya beberapa pecundang dari pendukung Capres yang kalah berkali kali. Ada yang kaget bahagia, mereka yaitu grup orang yang sampai kini demikian jengkel dengan keangkuhan Jonru. Telah tau salah, namun masih tetap ngeyel serta sombong. Lihatlah Jonru yang telah tersudut dalam acara ILC, tetapi masih tetap katakan “saya tidak takut. ” Jonru juga sering menyebutkan kalau dianya bukanlah penebar hoax, buktinya tak ada yang memberikan laporan serta dianya tidak di tangkap polisi. 

Walau sebenarnya kita semua paham kalau Jonru tidak dilaporkan dan tidak di tangkap polisi karna memanglah dia tidaklah terlalu perlu untuk dibicarakan. Tidak membawa efek besar. Memberikan laporan Jonru cuma menghabiskan waktu, kuras daya. Sebab dengan atau tanpa ada dilaporkan juga, Jonru telah terlanjur negatif di mata sebagian besar orang-orang Indonesia. 

Namun kesombongan yang terus-terusan dipertontonkan kelihatannya buat jengah beberapa orang. Hingga mereka pada akhirnya tergerak untuk memberikan laporan Jonru.

Saya ingat benar kalau yang dipermasalahkan oleh Akbar Faisal dalam acara ILC yaitu status Jonru yang mengatakan asal mula Jokowi tidak terang. 

“Jokowi adalah Presiden yang belum juga terang siapa orangtuanya. Benar-benar aneh, untuk jabatan sepenting presiden, demikian beberapa orang yang yakin pada orang yang asal muasalnya serba belum juga terang. ” 

Status itu telah di konfirmasi dengan segera, ternyata benar Jonru yang menulisnya. Lucunya, Jonru berasumsi kalau itu tidak mengejek. Sesaat kita yang waras, misal disebut tidak terang asal usulnya lalu dipertanyakan siapa ibu kita, bila saya pribadi minimum juga akan saya bikin sekarat. Minimum lho ya. 

Sebab kita terlahir ke dunia ini dari perjuangan hidup mati seseorang Ibu. Saat Ibu kita dihina serta dipertanyakan, jadi orang yang mengejek akan ada di perjuangan pada dapat hidup atau mati. Menurut saya sesuai sama itu.

Walau telah tersudut, tetapi Jonru tetaplah jumawa. Dia kembali menyebutkan sebagian pengacara papan atas siap membelanya. Serta pengacara papan atas yang disebut nyatanya Razman Arif Nasution. Di bawah ini pembelaan awalannya : 

“Posisi Pak Jokowi pada saat itu yaitu jadi capres, bukanlah jadi presiden. Ibunya Pak Jokowi kan telah terang ada, saat ini bapaknya siapa. Umpamanya masih tetap hidup, dimana, bila telah wafat, kuburannya dimana? Bila menyebutkan mengejek presiden, itu salah, karenanya yaitu calon presiden. Persisnya mengejek capres. ” 

Hahahaha tersebut pengacara papan atas yang siap membela Jonru… 

Begini Pak Pengacara, kelihatannya anda tidaklah terlalu mengetahui seseorang Jonru. Hingga dengan mudahnya keluarkan pembelaan yang begitu lucu serta dangkal. 

Jonru tidaklah warga umum yang imut-imut tanpa ada dosa. Dia tidaklah seseorang netizen yang bereaksi spontan tanpa ada gagasan. Dia betul-betul penyebar propaganda yang terstruktur, systematis serta massif. Bila anda ingin sedikit menghabiskan waktu untuk mencari tulisan Jonru yang mengatakan Ibunda Jokowi bukanlah ibunda asli, anda juga akan betul-betul kaget. 

Namun karna anda telah terlanjur membela, jadi saya bantu untuk buka mata hati anda, mungkin saja anda belum juga tahu bagaimana langkahnya lihat tulisan Jonru keseluruhannya.

7 Juli 2016 : Jonru mengatakan ibunda Jokowi tidak terang sebab lain usianya cuma 10 th..

Mendekati Pilpres : Jokowi sungkem pada “ibunya”. Berniat saya berikan tanda kutip, sebab banyak yang menyangsikan itu ibu kandungnya atau bukanlah. Ada yang katakan lain umur mereka cuma 10 th.. Saya tidak paham ini benar atau tidak. Tetapi bila diliat dari paras berwajah, memanglah tampak seperti SEBAYA dengan Jokowi. Kok dapat, ya?
Serta sesudah jadi presiden, tiap-tiap lebaran Jokowi senantiasa bertandang ke daerah beda, hingga peristiwa sungkeman juga terlewati.
Walau sebenarnya :
Untuk orang Jawa, sungkeman waktu lebaran adalah budaya yang begitu mulia serta “wajib” diselenggarakan.
Kenapa Jokowi berkesan seperti menghindar dari budaya yang begitu perlu ini?
“Ini bukti kalau Jokowi lebih mementingkan pekerjaan negara daripada masalah pribadi, ” sekian jawaban ngeles beberapa Jokowers.
Hehehehe…
Mereka memanglah senantiasa pandai ngeles : v
Walau sebenarnya, orang Jawa yang asli tentu tahu kalau sungkem pada orangtua di hari lebaran sangat perlu, tambah lebih perlu daripada masalah beda.
Karena sangat perlunya sungkeman, beberapa orang Jawa yang ikhlas bermacet-macet waktu mudik, untuk supaya dapat berkumpul dengan orangtua waktu lebaran.
Lihatlah presiden-presiden terlebih dulu. Mereka senantiasa sungkem pada ibunda terkasih waktu lebaran.
Lagipula, apakah beberapa Jokowers ini tidak paham kalau IBU KANDUNG mempunyai peranan yang begitu besar untuk hidup seorang? Dibalik nama besar seseorang tokoh, tentu ada peranan besar dari seseorang ibu kandung.
Apakah Jokowi melupakan peranan Ibu Kandung itu?
Atau… apakah paras mereka yang sebaya adalah satu PERTANDA???
“Hei, kok Jonru mengulas masalah ibu Jokowi yang disebut masalah pribadi? Cobalah ulas problem kebijakan saja. ”
Hehehe…
Ini memanglah masalah pribadi, gan. Namun ini PRIBADI PRESIDEN. Bila masalah ibu saja dia tidak terang, bagaimana mungkin saja dia dapat jadi presiden yang pasti?
Serta dapat dibuktikan sekarang ini, banyak ketidakjelasan di Indonesia mulai sejak dia jadi presiden.
22 Desember 2016. Jonru kembali mengatakan kalau selisih umur Jokowi serta ibundanya cuma 10 th.. 


Apa makna dari dua bukti kecil ini? minimum pengacara papan atas Jonru mesti menarik pernyataannya. Jonru bukan sekedar mengejek Jokowi saat Capres, namun juga (minimum) 2 x mengatakan kalau lain umur Jokowi serta Ibunya cuma selisih 10 th..


Pengacara sepakat kalau tulisan Jonru mengejek?

Hikmah dari pernyataan pengacara papan atas yang membela Jonru yaitu, dia mengaku kalau tulisan Jonru yang mengatakan asal mula Jokowi tidak terang yaitu satu penghinaan. Berarti persepsi kita manusia normal dengan pengacara Jonru masih tetap segaris. Pernyataannya “Kalau menyebutkan mengejek presiden, itu salah, karenanya yaitu calon presiden. Persisnya mengejek capres, ” tunjukkan dia sepaham dengan kita manusia normal. Tetapi demikian sebaliknya tidak sama pendapat dengan Jonru karna Jonru berasumsi itu bukanlah penghinaan. 

Saya pribadi tidaklah terlalu mempersoalkan apakah Jonru juga akan dipenjara atau tidak. Karna untuk saya, Jonru tidaklah orang yang sangat perlu untuk dipermasalahkan oleh negeri ini. Saya pilih sepakat dengan Agus Suparto, photografer Istana yang dahulu juga difitnah hasil karyanya editan, tetapi lalu mengurungkan tujuannya memberikan laporan ke polisi sebab cuma juga akan menghabiskan waktu. Saya pilih sepakat dengan Teten Masduki, yang menyebutkan kalau Istana tidak butuh berikan pernyataan apa-apa pada suatu hal yg tidak perlu. 

Saya juga tidak sangat tertarik untuk menuliskan ini. Namun saat kebodohan dimasyarakatkan, pengacara papan atas itu ngeles sebajai mungkin saja, jadi saya fikir ini perlu buat saya buka serta terangkan.

0 komentar:

Posting Komentar

BeritaJakart2017. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

 
close
Poker Online Terbaik Indonesia