Loading...

Rabu, 06 September 2017

Kader Gerindra Berkelanjutan Mainkan Materi Gosip Pilpres 2014 : Islam serta PKI



Berita - Naif. Itu yang saya fikirkan saat lihat kader-kader Gerindra demikian berniat memainkan gosip peka untuk lakukan propaganda. Materinya masih tetap serupa seperti th. 2014 lantas, PKI serta Islam. 

Mulai sejak Pilpres 2014, Jokowi sering dituduh jadi keturunan serta antek PKI, komunis. Jokowi sering dimaksud sesungguhnya nonmuslim, tidak dapat shalat. Pada saat kampanye, orang-orang Indonesia ditakut-takuti kalau bila Jokowi jadi Presiden, jadi menteri agamanya yaitu Jalaluddin Rahmat, syiah. Bahkan juga pernah ada fitnah kalau Jokowi JK menghapus kementerian agama, walau sebenarnya waktu itu Jokowi JK yang dipilih dengan sah tengah membuat kabinet kerja. 

PKI anti Islam, PK anti Islam serta PKI anti Islam. Dua materi ini terus-terusan jadi materi untuk menakut-nakuti rakyat Indonesia. Hampir tidak ada jeda serupa sekali mulai sejak 2014. 

Bagaimanapun, pada 2014 lantas kita tidak dapat menyimpulkan kalau Gerindra serta PAN yang bermain dalam materi kampanye hitam itu. Sebab butuh bukti, butuh sistem penyelidikan serta perlu saat yang cukup panjang. Tetapi sesudah Jokowi dipilih jadi Presiden, rupanya kader-kader Gerindra dengan terang-terangan memainkan gosip PKI serta Islam.


19 April 2016, Fadli Zon memainkan gosip mengenai PKI. “Nanti bila mohon maaf (pada PKI) pastinya akan digugat, saya termasuk juga yang juga akan menuntut, ” kata Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan. 

Walau sebenarnya gosip mengenai Jokowi mohon maaf pada PKI itu yaitu hoax di th. 2015 serta telah dikilas balik. Sekretaris Kabinet Pramono Anung pada 30 Agustus 2015 telah menyebutkan kalau jati diri penebar gosip itu telah di ketahui. Pihak Istana juga telah menyanggahnya dengan resmi, kalau serupa sekali tak ada gagasan masalah itu. Hoax! 

Tetapi kembali, di April 2016 Fadli Zon kembali menggoreng gosip kalau seakan-akan Jokowi juga akan mohon maaf. Licik memanglah, dia tidak mengatakan kalau Jokowi juga akan mohon maaf, namun bertandingk menginginkan menggungat Presiden bila hingga mohon maaf pada PKI. Walau sebenarnya apakah Presiden sempat merencanakan sesuai sama itu? Tidak sempat.


Tetapi karna gosip itu telah jadi isu emak-emak yang dipakai untuk menakut-nakuti serta menyebar propaganda, disebar dengan terstruktur, systematis serta massif, jadi Presiden Jokowi hingga mesti mengklarifikasi serta meluruskan. 

“Tentang keinginan maaf pada PKI th. waktu lalu telah saya berikan, namun ada gosip sekali lagi, ada isu sekali lagi. Hingga butuh saya berikan tak ada gagasan serta fikiran serupa sekali saya juga akan mohon maaf pada PKI, tidak ada, ” ucap Jokowi, 27 Juni 2016. 

Tetapi di th. 2017 ini, gosip PKI rupanya kembali mencuat. Kesempatan ini dari wakil ketua Gerindra, Arief Puyono. 

“Jadi lumrah saja bila PDIP seringkali disamakan dengan PKI, habis seringkali buat lawak politik serta nipu rakyat sich. Sebab sifat basic PKI kan melakukan tindakan tanpa ada otak serta kurang waras dan tidak mematuhi konstitusi serta menipu rakyat dengan jargon kerakyatan, ” kata Arief waktu menyikapi ketentuan Presidential Threshold 20 %. 

Lantas saat ini, waktu ada peluang untuk menggoreng gosip mengenai Rohingnya, Fadli Zon memakainya untuk memainkan gosip Islam. Dua hari waktu lalu, Fadli Zon menuliskan tweet : Rezim ini terlihat tidak mensupport orang-orang #rohingya yang jadi korban pengusiran serta pembantaian. Apakah karna kebetulan mereka muslim?


Dalam analisa saya, pertanyaan “apakah karna kebetulan mereka muslim? ” yaitu pertanyaan dengan muatan rangkuman, kalau pemerintahan Jokowi yaitu anti Islam atau minimum alergi dengan Islam. Sebab beberapa orang waras serta normal, akan tidak bertanya hal sesuai sama itu. Sedetailnya telah sempat saya ulas

Tetapi rupanya kader Gerindra ini belum juga senang memainkan gosip SARA. Fadli Zon kembali mentweet : Bolehkah kita memiliki pendapat kalau rezim ini tidak sukai Islam? atau Islamophobia? Ada ulama dikriminalisasi, difitnah, dituduh makar, dipenjarakan. 

Mungkin saja karna kebetulan saat ini kita tengah konsentrasi pada gosip Rohingnya, jadi digunakan untuk memainkan gosip Islam. 

Fadli Zon mengatakan ada ulama dikriminalisasi, difitnah, dituduh makar serta dipenjarakan. Siapakah ulama yang disebut? Alkhatat. 

Alkhatat di tangkap pada Jumat 31 Maret 2017 berkaitan sangkaan pemufakatan makar. Sekjen FUI ini di tangkap sebelumnya tindakan 313 berjalan. Tetapi lalu Alkhatat dibebaskan pada 12 Juli 2017 karna Polisi mengabulkan permintaan penangguhan penahanan pada Alkhatat yang statusnya telah naik jadi tersangka. 

Untuk di ketahui, Alkhatat pernah jadi ketua HTI, ormas anti Pancasila yang beberapa waktu terakhir telah dibubarkan oleh pemerintah. Tetapi lalu Alkhatat mengundurkan diri dari HTI pada 2008 serta lalu aktif di FUI. 

Dalam pandangan saya, Alkhatat lebih pas dimaksud aktivis atau politisi di banding ulama. Mengingat orang ini begitu aktif dalam menyikapi bebrapa gosip terbaru. Th. 2011, Alkhatat menyebar wacana pembentukan “Dewan Revolusi Islam Indonesia. ” Pembentukan ini dibuat dengan maksud untuk mempersiapkan negara baru, bila masalah Bank Century berbuntut chaos. 

Lantas mendekati tindakan 313, Alhkatat lakukan gerakan serta sekian kali pertemuan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyebutkan, “beberapa kali ada pertemuan, dasarnya juga akan melengserkan pemerintah yang sah and menempati DPR/MPR. ” 

Seruan menempati DPR MPR sesungguhnya telah didengungkan oleh Rizieq serta kawan-kawannya pada tindakan 411 serta 212. Tetapi karna Rizieq tersandung banyak masalah, dari mulai Firza Hot, sampurasun, penghinaan pada umat kristiani hingga penghinaan pada pendeta, jadi yang menukar pimpinan demo yaitu Alkhatat. 

Saya pribadi menilainya tulisan Fadli Zon yaitu tuduhan yang begitu serius pada Polri. Menyebutkan “ada ulama dikriminalisasi, difitnah, dituduh makar, dipenjarakan, ” yaitu satu pernyataan yang dengan terang-terangan mengatakan Polisi memfitnah Alkhatat. Sebab perlakuan pada Alkhatat berdasar pada bukti serta data, kenapa Fadli Zon mengatakannya yaitu fitnah serta kriminalisasi? 

Jadi warga negara Indonesia yang inginkan negeri ini aman damai tanpa ada bebrapa gosip propaganda, saya begitu menyayangkan pernyataan-pernyataan dengan terang-terangan seperti yang dikerjakan oleh kader-kader Gerindra ini. 

Saya memahami sekali begitu sakitnya kalah dalam Pilpres 2014. Saya memahami begitu malunya Prabowo serta kawan-kawan karna pernah sujud sukur tetapi lalu batal menang. Namun, negara kita ini sangat bernilai bila mesti dirusak oleh provokasi-provokasi SARA. Jangan pernah cuma karna Prabowo berulang-kali tidak berhasil menang di Pilpres, lalu buat kalian gelap mata serta menanam bibit sentimen SARA yang di sebagian negara berhasil membuat kerusuhan.

Mari bangun negeri ini bersama. Presiden Jokowi perlu kritik yang membuat, bukanlah kritik kumur-kumur dari puisi tanpa ada data. Namun bila Gerindra tetaplah menginginkan memainkan materi kampanye hitam pada 2014, saya jadi memahami mengapa Allah berulang-kali menggagalkan Prabowo jadi pemimpin di negeri ini.

0 komentar:

Posting Komentar

BeritaJakart2017. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

 
close
Poker Online Terbaik Indonesia