Loading...

Kamis, 03 Agustus 2017

Tanggapan Telak Bu Susi Atas Pernyataan Sandiaga Uno Mengenai Kelangkaan Garam !

Sandiaga Uno & Ibu Susi

Berita - Kita ketahui kalau belakangan ini kelangkaan garam yang dibarengi naiknya harga jadi pembicaraan hangat di dalam orang-orang. Garam walau sebenarnya cuma sedikit diperlukan untuk rumah tangga sehari-harinya tetapi begitu esensial untuk orang-orang kita, belum juga untuk kepentingan industri. 

Banyak yang lalu asal nyablak, “garis pantai kita terpanjang ke-2 didunia, laut kita luas, kok dapat paceklik garam? “. Salah nya ialah Wakil Gubernur DKI Jakarta dipilih, Sandiaga Uno. Dengan penuh yakin diri Sandi menyebutkan : 

“Ini garam begitu ironi, bagaimana dapat miliki laut yang luas, garis pantai, dapat mengimpor garam. Kelirunya dimana? ”

Pak Sandi ingin tahu kelirunya dimana? Kelirunya yaitu Ayah asal nyablak ciri khas kritikus pemerintahan tanpa ada belajar serta coba cari info dahulu apakah luasnya laut, panjangnya garis pantai senantiasa buat satu negara pastinya akan jadi penghasil garam dalam jumlah besar. 

Problemnya tidak semuanya pesisir pantai Indonesia layak hasilkan garam. Terdapat banyak prasyarat yang perlu dipenuhi umpamanya gelombang serta kandungan lumpur yang tidaklah terlalu tinggi yang dapat menyebabkan kwalitas garam jadi buruk. 

Hal paling mendasar jadi etiologi kelangkaan garam sebenarnya yaitu musim yang tak akan sesuai sama apa yang tertulis di buku geografi kita zaman SD dahulu. Saya ingat banget dahulu hafalan angin muson barat, angin muson timur, kapan musim kemarau, kapan musim penghujan. April-September juga akan jadi musim kemarau hingga ada anekdot September yaitu asat-asat e sumber (kering-keringnya sumber air). Sesaat Oktober-Maret umumnya jadi awal serta akhir musim hujan. Saat ini? Musim kemarau saja masih tetap seringkali hujan. Musim hujan jadi lebih panjang. Buat saya yang menyukai hujan mungkin saja keadaan ini enak karna temperatur tidaklah terlalu panas, namun untuk petani garam pasti begitu merugikan sekali. Serta 2016 sampai saat ini tersebut yang berlangsung. Untung saja paska lebaran kelihatannya Indonesia memanglah relatif kering mudah-mudahan saja ini membawa angin fresh untuk petani garam kita. 

Sandi juga mengajak kawan-kawannya di Kadin supaya ingin menyentuh industri garam karna dia anggap kurang banyak entrepreneur yang bermain di bidang itu. Sandiaga menilainya, anggota Kadin sekarang ini belum juga banyak menyentuh bidang ekonomi rakyat bawah. Mmmmmmm… indomie yang tuturnya menu orang bokek itu saja yang entrepreneur besar lo. 

Serunya sekali lagi nih, Bu Susi Pudjiastuti berikan respon yang menurut saya cukup menohok :



Lumrah sangkanya Bu Susi menjawab begini. Pertama, Sandi tidak memahami mengenai produksi garam. Ke-2, omong kosong bila tidak ada entrepreneur besar bermain di industri garam. Bu Susi sempat mengatakan sekian hari paling akhir tentang ada kartel garam yang menyebabkan barang itu saat ini langka di market. Sesungguhnya ini yaitu masalah di masa lalu tetapi bukanlah tidak mungkin saja terulang kembali. Terlebih ada ketidaksukaan entrepreneur karna cuma PT Garam yang diperbolehkan mengimpor.

“Bisa jadi. Dahulu berlangsung kebocoran garam import yang dikerjakan oleh industri importir garam, mereka import lebih dari kemampuan produksi mereka. Pada akhirnya mereka jadi trader, separuh lebih bocor ke pasar mengkonsumsi. Saat ini dengan penyusunan ini mereka tidak sukai. Dari dahulu import garam industri rata-rata per th. 2 juta ton tetapi bocor ke pasar garam mengkonsumsi. Garam ini masuk ketika petambak panen serta harga petambak jadi jatuh. ”
“Kami menginginkan supaya garam mengkonsumsi yang bisa import cuma PT Garam. Importir industri tidak sukai karna saat ini yang bisa import garam mengkonsumsi cuma PT Garam. Pemerintah tugaskan PT Garam untuk beli, menyerap, produksi, serta menyokong harga garam petambak. Saya juga akan minta PT Garam dapat sangga harga petani diatas cost produksi. Insya Allah dengan kita atur impornya semoga untuk kesempatan ini dapat baik. ”
Kelihatannya dengan ikutnya KKP mengatur serta mengawasi, banyak yang terganggu. Ketika import pertama PT Garam, terkena problem hukum karna yg di-import kode HS-nya garam industri. Yang mengatur import yaitu Kementerian Perdagangan. Jadi stop. Garam industri itu tak ada bea masuk serupa sekali. Garam mengkonsumsi terkena bea masuk 10%. Harusnya keduanya sama garam ya bila 0, 0 semuanya. Awalannya kita umumkan referensi 75. 000 ton import garam, karna petambak kita juga akan panen awal September. Ehhh jadi telah ada yang omong juga akan import 2. 1 juta ton.
Konsentrasi KKP yaitu bagaimana menyejahterakan petani garam serta penuhi keperluan garam industri ataupun rumah tangga. Untuk Bu Susi sebisa-bisanya kita swasembada garam, cuma untuk industri yang memerlukan garam type spesial kita baru butuh lakukan import. 

Otomatis sebenarnya pernyataan Sandi kalau kurang banyak entrepreneur bermain di industri garam memperoleh jawaban telak dari Bu Susi. Saya percaya mereka sebagai sisi dari kartel garam juga bukanlah entrepreneur ecek-ecek. Mereka mengeruk keuntungan besar, tidak mensejahterakan petani garam dengan layak, dan mempermainkan pasar. 

Jempol ke atas untuk Bu Susi, jempol ke bawah untuk Sandiaga Uno.



WWW.BERITAJAKARTA2017.TK | Berita Terupdate - Info Menarik - Info Terupdate

0 komentar:

Posting Komentar

BeritaJakart2017. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

 
close
Poker Online Terbaik Indonesia