Loading...

Senin, 07 Agustus 2017

Kode Keras Fahri : Prabowo Mesti Lebih Tajam, Jokowi Telah Terlihat Bangun Sana-Sini

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah
Berita - Kode Keras Fahri : PMendekati Pilpres 2019 situasi politik tanah air memanas bersamaan dengan sang bekas (SBY) bicara dengan Prabowo, menaikkan serunya situasi Pilpres yang telah dekat. Hingga sekarang ini banyak support mengalir ke Joko Widodo seperti timbulnya Perindo dibelakang Joko Widodo tetapi sosok yang akrab disapa Jokowi ini masih tetap berkonsentrasi bekerja. 

Pandangan beda diutarakan oleh Fahri Hamzah, untuk Fahri siapa saja yang meju di Pilpres 2019 mesti dapat menyaingi Presiden Joko Widodo, yang pastinya diperkirakan juga akan maju sekali lagi dalam Pilpres 2019, mesti ada calon yang berani menghadirkan inspirasi yang berlainan. Tetapi, sampai saat ini, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilainya belumlah ada yang dapat lakukan itu. 

Fahri mengaku belum juga lihat sosok yang dapat menghadirkan beberapa inspirasi baru, yang berlainan dengan Jokowi. Seperti yang dilaunching oleh viva. co. id (6 Agustus 2017). Waktu mass media berjumpa Fahri selesai menghadiri acara akikahan putri Sekjen Golkar Idrus Marham, di Cibubur Jakarta Timur.

JUDI ONLINE


Fahri mengemukakan kalau Capres yang juga akan melawan Jokowi mesti miliki inspirasi yang berlainan.rabowo Mesti Lebih Tajam, Jokowi Telah Terlihat Bangun Sana-Sini

“Tantangannya untuk parpol beda relevan tidak jadi kompetitor Pak Jokowi. Bawa inspirasi baru apa? Pak Jokowi telah terlihat bangun sana, bangun sini. Saat ini ingin datang apa idenya? Bila tidak kuat ya mendingan Pak Jokowi, ”.
Kelihatannya Fahri sadar juga akan kehebatan Joko Widodo yang perlu dihitung oleh Capres beda, ia bahkan juga mengutamakan kalau Capres di luar Jokowi mesti membawa inspirasi yang kontras. Bahkan juga ia menyoroti partai politik yg tidak mensupport Jokowi dalam Pilpres 2019 untuk untuk menghadirkan sosok itu serta pastinya membawa beberapa inspirasi baru.

Politisi asal NTB ini Begitu, orang-orang tidak ada pilihan hingga sekarang ini hingga jadi pekerjaan partai politik untuk menimbulkan tokoh yang dapat menyaingi Jokowi supaya orang-orang ada pilihan. Begitu, juga akan ada beberapa perbincangan pada pihak yang mensupport Jokowi dengan yg tidak mensupport.


DEWA TOGEL

“Saya menginginkan elit berdebat tunjukkan pandangan yang berlainan. Parpol yg tidak sukai dengan Pak Jokowi bicara tajam, perlihatkan ketidaksamaan serta falsafah pandangan dalam merampungkan masalah, ”


Pantas diancungi jempol kesempatan ini sebab Fahri malah memohon supaya partai politik yg tidak mensupport Jokowi harus juga terang. Orang-orang harus juga tahu, mengapa partai tidak mensupport Jokowi. Sesaat yang mensupport, telah terang karna terasa pembangunan di masa Jokowi jadi Presiden (2014-2019), tampak terang. 

Rakyat Indonesia terlebih dibagian Timur Indonesia harusnya lebih sadar kalau pembangunan infrastruktur di Papua telah ketinggalan sepanjang tiga dekade. Jadi warga Indonesia Timur saya sendiri dapat nikmati Jembatan Merah Putih (JMP) di Kota Ambon, terlebih warga Papua, NTT. 

Oleh karena itu saya bukanlah satu gombalan tidak bermakna bila saya mengajak kita semuanya untuk memandang masa depan Indonesia di bawah pimpinan Joko Widodo. Toh Fahri Hamzah saja mengaku kalau Joko Widodo sudah bangun Indonesia, Fahri Hamzah yang jelas-jelasnya diposisikan jadi pengkritik Joko Widodo garis keras saja akui pembangunan negeri ini yang maju cepat sepanjang Joko Widodo menjabat jadi Presiden. 

Dalam masa kepemimpinannya, terdaftar Jokowi telah enam kali bertandang ke Papua, termasuk juga kunjungan paling baru pada 9-10 Mei 2017. Bahkan juga tiap-tiap Presiden bertandang ke Papua senantiasa membawa kebijakan baru untuk percepat sistem pembangunan.

 Poker Online Uang Asli


Orang-orang Papua harusnya bersukur sebab paling akhir Joko Widodo bertandang ke Papua Pak Jokowi pernah resmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, empat project kelistrikan, membagikan Kartu Indonesia Sehat (KIS), memberi sertifikat tanah. Nah, pembangunan Joko Widodo yang mana yang kalian menginginkan dusatakan? 

Sampai kini yang kerjanya cuma mengkritik banyak pula namun mereka-mereka cuma memakai langkah pandanng yang tidak waras bahkan juga mereka relatif memakai mata yang telah ditutupi oleh kebutuhan kelompok, partai dan rasa kebencian karena hasutan pihak-pihak yang mempunyai urusan. 

Jadi lumrah saja bila calon beda seperti Prabowo Subianto, dinilai oleh Fahri harusnya mulai keluar dari saat ini dengan menghadirkan beberapa inspirasi yang berlainan dengan Jokowi. 

Jokowi hingga sekarang ini bila di tanya mengenai Pilpres 2019 jadi jawaban yang diperoleh tidak lebih dari tetaplah berkonsentrasi menyelasaikan pekerjaannya, seandainnya yang beda saya percaya ini musim-musim begini yaitu musim menanam, pencitraan sana-sini. Namun sudahlah yang peting Jokowi sudah memberikan karyanya daripada mereka yang seringkali bernyanyi masalah kemampuan Jokowi malah tidak ada apa-apanya untuk negeri ini.


0 komentar:

Posting Komentar

BeritaJakart2017. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

 
close
Poker Online Terbaik Indonesia