Loading...

Selasa, 08 Agustus 2017

Hanya Sebuah Patung Di Tempat Ibadah Orang Lain Menjadi Perdebatan Di Indonesia !



Berita - Ribut-ribut masalah perkara patung sesungguhnya berawal dari cuitan satu diantara akun dimedia sosial. Twitter itu mempersoalkan patung telah mulai sejak tanggal 29 Juli Kemarin. Lalu dia mencuitkannya dengan masif pada hari-hari sesudahnya untuk lebih memprovokasi masa. 

Berawal dari cuitan berikut :


Cuitan petama tanggal 29 dishare 305 kali, lanjut pada tanggal 30 esoknya


Dishare hingga 30 kali, lanjut kemudian diposting lagi lusa tanggal 1


Dishare hingga 30 kali, lanjut kemudian diposting lagi lusa tanggal 1


Dishare sampai 667 kali, terus kemudian masih ditanggal yang sama https://twitter.com/SiBonekaKayu/status/892402123660570624 dishare sebanyak 371 kali

Lanjut tanggal 2 Agustus


Dan sebagainya, silakan saksikan sendiri di akun twitternya, begitu masive dia memberitakan hal semacam ini pada “followernya” 

Memangnya dia siapa? Hingga dapat buat jadi ramai hingga dapat pada akhirnya ada tindakan? Dia tidaklah siapapun juga, cuma seorang “pengguna” product asing (twitter), memakai media asing (twitter) untuk memberi info ke orang-orang sisi datar. 

Isu-isu ini cepat sekali mengedar, bermula dari satu sumber, lantas lalu di re-upload oleh beberapa tokoh, jadi saat itu juga segera booming 

Akhirnya seperti berikut efeknya, waktu Nasa tengah merekrut karyawan dengan upah miliaran, Indonesia masih tetap begitu repot dengan mengurusi patung. Benar-benar mengagumkan sekali orang-orang kita yang terkasih itu.

Memperjelas info berkaitan patung serta semua jenis fenomenanya

Terkait biografi dari patung bisa browsing sendiri ya di google.

Terkait Izin maka informasinya adalah sebagai berikut :

Patung Kongco Kwan Sing Tee Koen yang berdiri setinggi 30 meter ini sebetulnya sudah diresmikan awal Juli lalu dan diklaim sebagai patung panglima perang paling tinggi di Asia Tenggara.

Idenya dicetuskan oleh pengurus klenteng dengan pendanaan dari seorang donatur asal Surabaya sebesar Rp2,5 miliar.

Miyadi DPRD Tuban

Ketua DPRD Tuban, Miyadi menyebutkan hingga saat ini belum juga sempat terima izin pendirian patung itu. Terlebih dulu, dia menyebutkan pihak klenteng memanglah sempat memajukan pendirian pagoda di dalam laut, namun tidak diterima pemda karna tidak mematuhi regulasi.

Tetapi klaim ini segera ditepis oleh Gunawan karna dia menyebutkan izin ke pemerintah kabupaten sudah diserahkan mulai sejak bulan Maret 2016 serta di setujui. “Kalau juga saat ini izinnya digugat, itu aneh serta atas basic apa, ” tuturnya. 

Gunawan menjelaskan kalau pihaknya telah memajukan IMB ke Pemkab Tuban. Tetapi memanglah sampai saat ini izin itu belum juga selesai. 

“Izin telah kita kemukakan bulan Maret 2016, bahkan juga kami juga menyertakan dokumen kesepakatan warga sekitaran untuk membuat patung itu. Namun hingga sekarang ini IMB-nya belum juga usai, ” terangnya



Dengan tehnik, pembangunan patung yang diresmikan Ketua MPR Zulkifli Hasan tanggal 17 Juli 2017 ini tidak punya masalah. Lalu apa karna lambang Dewa Perang China, hingga jadi problem? 

Terlebih Tuban adalah satu diantara lokasi wisata religi Wali Songo di Jawa Timur. “Ini bukanlah patung untuk sembahyang umat. Ini cuma monumen saja. Bila ibadahnya ya tetaplah didalam kelenteng, ” kata Gunawan. 

Hasil dari provokasi itu, rakyat sisi sana tetaplah tidak senang dengan usaha penutupan yang sudah dikerjakan



Akhirnya mereka juga menuntut untuk merobohkan patung itu




Pada akhirnya, dari mengurus persoalan patung keluar satu bias yang cukup bermacam dimasyarakat kita.


Pendapat orang-orang Indonesia, yang beragama beda “khawatir dengan patung-patung yang berada di kota mereka” Takut juga akan dirubuhkan juga oleh tingkah mereka. 

Mirip contoh, ada orang yang mencemaskan patung Kristus Raja juga akan bernasib serupa seperti yang dituban di tempat 

Atau yang telah peristiwa yaitu sebagai berikut


Atau jadi contoh kenyataan berkaitan yang lain : 

Terlepas dari patung Kwan Kong ini, terakhir memanglah selalu merebak perlawanan dari kelompok spesifik pada patung-patung, salah satunya patung naga di Kalimantan, patung wayang di Purwakarta, serta patung manusia akar di Yogyakarta. Patung-patung itu saat ini tinggal masa lalu. 

Bukti terlampir

Patung Naga Pontianak



Patung Arjuna Purwakarta


Patung Manusia Akar Yogyakarta


Beginikah langkah kita menanggapi keragaman yang berada di Indonesia? Apa sesungguhnya mesti seperti dalam isi cuitan di twitter di bawah ini?


Kesahalan Patung di Tuban sana cuma ada dua hal : 1. Tidak berjubah putih. 2. Tidak bersorban.

Bila memanglah benar sekian, jadi kita begitu tidak mencontoh keragaman yang dikerjakan oleh Ustad Tengkuzul sendiri waktu dia mengatakan Gong Xi Fa Cai serta berfoto demikian epic pada gambar terlampir 


Bila kita memberi komentar status 1. Tidak berjubah putih. 2. Tidak bersorban. jadi visual yang paling mendekati supaya patung tuban tidak jadi problem yaitu seperti gambar tersebut


Kenapa kita jadi begini dalam menanggapi satu benda? Benda itu tidaklah satu berhala yang disembah, bila dengan argumen “bukan pahlawan” lalu bagaimana dengan patung bundaran HI? Patung macan yang jadi bahan lelucon? Atau patung-patung yang lain di luar konteks pahlawan, kenapa cuma dengan patung kalian jadi ribut?

Bila lihat cuitan dari twitter Dede Budhyarto

Di sana mengatakan perilaku yang menyukai menghancurkan patung itu yaitu pengikut ISIS. Seperti yang kita kenali memanglah ISIS seringkali menggungah aktivitas mereka dalam menghancurkan patung. 

Satu diantara contoh riil yang baru-baru saja berlangsung di Filipina Marawi, ISIS pernah melaunching video di mana mereka menghancurkan patung-patung didalam gereja



Hubungannya dengan patung ini juga akan jadi persoalan SARA, serta keragaman Indonesia. Demikian kejamnya dunia politik yang selalu sama-sama menjatuhkan satu serupa beda, lakukan fitnah sana sini, cuma untuk kebutuhan semata. 

Bila kita bicara azas praduga di sini, Patung tubang bernilai 2. 5 M, rakyat demo pasti perlu nasi bungkus, siapa promotor yang mendanai nasi bungkus itu? Adakah hubungannya dengan project? Politik? Atau SARA? 



Aspek apa yang buat beberapa orang-orang jadi ramai, sampai seperti saat ini? Mari rakyatku Indonesia, dari pada repot mengurusi patung, mending kita lamar kerja di NASA yuk. agar lebih luas sekali lagi pikirannya daripada buang usia, saat, tenaga serta fikiran, cuma untuk satu patung.

0 komentar:

Posting Komentar

BeritaJakart2017. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

 
close
Poker Online Terbaik Indonesia