Loading...

Sabtu, 19 Agustus 2017

Astaga… Prabowo Ejek Wartawan : “Muka Seperti Tidak Berbelanja di Mall”, Tidak Layak!


Berita - “Jangan cuma membela orang kaya saja. Kurang lebih itu baik tidak? Kita belain beberapa wartawan. Upah kalian juga kecil kan? Terlihat dari muka kalian. Muka kalian terlihat tidak berbelanja di mall. Benar ya? Jujur, jujur… Senantiasa sumber alam kita ingin di ambil, dikuras. Kita kasihan serupa kalian tidak dapat berbelanja di mall. Jadi kita berjuang buat kalian.. ” 

Seperti telah putus harapan serta temukan jalan buntu ke Pilpres 2019, Prabowo jadi lakukan kekeliruan konyol yg tidak layak dikerjakan oleh seseorang yang dipandang jadi negarawan. Ketua umum partai Gerindra, Prabowo Subianto menyebutkan kalau seseorang pemimpin mesti membela kebutuhan rakyat. Rakyat yang kurang dapat semestinya yang di perhatikan oleh pemimpin. 

Ia menyebutkan kalau jangan pernah ada ketimpangan status ekonomi di orang-orang. Lumrah saja, jadi pengamat, ia dapat berkata apa pun, sesuka hatinya. Tetapi pasti pembaca Seword pasti juga sudah mengetahui, bagaimana hancurnya negara ini, bila di pimpin oleh orang seperti ini.

Sesungguhnya dengan statementnya, Prabowo tengah lakukan blunder pemikiran. Dimuka perkataannya, ia menyatakan menginginkan membela beberapa wartawan. Tetapi di bagian beda, ia jadi menghina wartawan yang digaji kecil dengan sebutan “Muka kalian terlihat tidak berbelanja di mall”. Ini yaitu penghinaan yang cukup terang pada beberapa orang kecil. Lalu inikah yang diberi nama ‘membela orang kecil’? 

Alih-alih menginginkan menjilat golongan wartawan yang dipandang golongan marginal, orang ini jadi seperti “meludahi” golongan marginal dengan ejekannya. Menyinggung profesi wartawan dengan kalimat yg tidak layak, sesungguhnya ia tengah mencoreng mukanya sendiri. Siapa yang buat Prabowo di kenal walau tidak populer? Harus, itu yaitu wartawan yang terhormat. Kenapa mesti diejek? 

Apakah benar kalau upah wartawan dipandang rendah? Bila memanglah rendah, apakah itu merubah kesejahteraan mereka? Seandainya memanglah merubah kesejahteraan mereka, apakah mereka layak diejek “muka tidak berbelanja di mall”? 

Ini benar-benar satu blunder yang dikerjakan oleh Prabowo Subianto, orang yg tidak sempat sulit. Di tengahnya tegangnya intoleransi Indonesia, bukannya jadi toleransi, Prabowo jadi tunjukkan intoleransi antar lapis ekonomi. Sini saya pecut kudanya! 



Orang yg tidak sempat sulit memanglah mempunyai ciri-khas yang relatif memijak serta menghimpit manusia yang di bawahnya. Berikut kegagalan berfikir 48% rakyat Indonesia pendukung Prabowo serta 58% warga Jakarta pendukung Gubernur dipilih hahaha. Siapa presiden serta gubernur yang kalian tentukan? 

Apakah kalian pilih presiden yang sehat, gemuk, bugar serta mempunyai kuda seharga beberapa puluh juta? Salah! Kalian harusnya pilih presiden yang jujur, merakyat, serta simpel. Presiden mesti lahir dari golongan marginal, supaya tahu bagaimana kesusahan golongan marginal, dan golongan eksekutif. Siapakah orang yang paling layak jadi pemimpin kita? Salah! Jawabannya yaitu Joko Widodo. 

Indonesia jadi satu diantara negara yang paling susah ditata. Saksikan saja dari masa ke masa, sesudah Soekarno membangun NKRI, pemimpin seperti Soeharto hingga SBY, sangat alami kesusahan didalam memimpin negara ini. Susah sekali untuk pemimpin Indonesia untuk menyesuaikan semua keberbedaan yang ada dari Sabang hingga Merauke. 

Tetapi saya yakin, terdapat banyak pemimpin yang malah tidak mau menonjolkan keberbedaan serta keberagaman yang ada. Mereka lebih menghormati keberagaman. Kita ketahui kalau sebagian presiden Indonesia berusaha untuk merangkul keberagaman. 

Jokowi ada jadi pemimpin, bukanlah untuk mengerucutkan keberagaman, tetapi untuk menghormati keberagaman. Jadi tidak terlalu berlebih bila kita jatuh dalam rangkuman kalau ejekan Prabowo pada beberapa wartawan, yaitu satu kalimat yang memecah belah pada golongan marginal serta eksklusif. Satu kalimat yang begitu tidak layak disampaikan oleh seseorang negarawan, memecah belah keberbedaan yang ada. Jurang yang ada, jadi diperlebar dengan kalimat-kalimat bocornya. 

Mudah-mudahan ini yaitu kalimat paling akhir yang memecah belah di keluarkan oleh Prabowo. Jangan pernah keluar sekali lagi. Karna tak tahu kenapa, makin ia bicara, jadi makin memecah golongan marginal serta tidak marginal. Orang tidak sempat sulit, memanglah kalimat-kalimatnya begitu menyakiti. 

Benar kan yang saya katakan?

0 komentar:

Posting Komentar

BeritaJakart2017. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

 
close
Poker Online Terbaik Indonesia