Loading...

Jumat, 25 Agustus 2017

Ahok jadi Korban Riil Saracen, Hukum Alam yang Membalasnya


Berita - Tersingkapnya usaha ujaran kebencian yang di kenal dengan arti saracen cukup mengagetkan. Usaha begini kelihatannya terhitung baru serta belum juga banyak di kenal. Mungkin saja sedikit yang mengira kalau usaha begini betul-betul riil serta mempunyai organisasi yang terstruktur walau banyak tulisan yang diisi ujaran kebencian juga tampak janggal. 

Saya percaya tak ada orang yang ingin meluangkan saat untuk buat meme serta tulisan yang diisi ujaran kebencian pada satu diantara pihak. Dengan perasaan, kelihatannya tidak sering ada manusia yang hatinya ikhlas beraktivitas ini dengan terus-terusan. Belum juga termasuk juga cost yang di keluarkan untuk beli kuota internet untuk memposting ujaran kebencian itu. 

Pada akhirnya terkuak kalau ramainya tulisan yang diisi ujaran kebencian, sara, fitnah, serta provokasi memanglah satu usaha yang mengundang selera. Tidak tanggung-tanggung, usaha begini menyentuh angka beberapa ratus juta. 


Pilkada DKI kelihatannya jadi embrio dari usaha saracen. Ahok seperti jadi tujuan paling utama dari pebisnis saracen. Dengan semua kehebatan serta prestasinya, Ahok hampir tidak mungkin dapat ditaklukkan dalam keadaan normal. 

Usaha saracen peluang jadi pilihan lawan-lawan Ahok untuk menjungkalkan Ahok. Bukanlah tidak mungkin ada oknum politik yang membayar beberapa orang untuk buat meme serta tulisan yang diisi ujaran kebencian pada Ahok. Bila ingin dicek, beberapa ribu meme serta tulisan yang diisi ujaran kebencian pada Ahok bertebaran di sosial media terutama saat panas-panasnya Pilkada DKI. 

Dengan memakai saraen, lawan-lawan politik Ahok tidaklah terlalu raih berkampanye serta keluarkan cost banyak untuk menjegal Ahok. Cukup bayar beberapa orang sebagian ratus juta untuk buat meme, tulisan, yang maksudnya supaya orang-orang membenci Ahok. Taktik ini juga termasuk sangatlah efisien karna sebagian besar orang-orang Jakarta yaitu pemakai sosial media. Cost yang di keluarkan juga terliha sedikit bila dibanding dana kampanye yang terhitung sampai beberapa puluh milyar. 

Mereka tidaklah perlu lakukan money politik, memberi beberapa uang supaya ingin pilih calon yang disungnya. Mereka tidaklah perlu sangat intens berkampanye, membanggakan program serta keunggulan calon yang disusungnya dengan keinginan dapat buat orang-orang tertarik. Mereka cukup menyuruh orang untuk buat tulisan serta meme yang mempunyai tujuan supaya orang-orang membenci Ahok. 



Saya tidak menuduh politisi mana yang sudah melibatkan saracen untuk menjegal Ahok. Tetapi bukti-bukti ke arah sana makin kuat mengingat banyak tulisan yang begitu mendikreditkan Ahok waktu Pilkada DKI. 

Umumnya orang-orang mungkin saja juga akan menduga kalau kekalahan Ahok karena gosip penodaan agama. Tetapi kelihatannya tidak sering yang mengerti kalau gosip penodaan agama itu jadi tidak bermakna saat tidak diviralkan dengan usaha saracen ini. Bila tak ada tulisan serta meme yang turut memans-manasi gosip penodaan agama, jadi peluang gosip penodaan agama ini tidaklah sampai datang ke Jakarta untuk lakukan tindakan demo sampai berjilid-jilid. 


Tergeraknya hati kaum muslim di semua penjuru Indonesia untuk datang ke Jakarta ikuti tindakan demo yaitu layanan saracen. Mereka selalu buat tulisan yang maksudnya buat kaum muslim geram serta terasa sudah dilecehkan oleh Ahok hingga terasa butuh untuk datang ke Jakarta. Mengagumkan! Cuma bermodal saracen, mereka dapat buat geger Indonesia dengan terdapatnya tindakan demo yang berjilid-jilid. 

Ahok mungkin saja yaitu korban riil dari usaha saracen. Tetapi apakah hukum alam membiarkan mereka semuanya tertawa diatas penderitaan Ahok? 

Saya berniat memakai arti “hukum alam” supaya lebih universal. Maksud hukum alam di sini yaitu hukum Tuhan. Tetapi “hukum alam” jadi arti yang lebih umum serta dapat di terima beragam kelompok. 

Ahok mungkin saja tidak malakukan apa pun untuk membalas tingkah laku mereka. Ahok cuma pasrah melakukan nasib hidup dipenjara. Ahok tidak korupsi. Ahok memajukan Jakarta. Ahok membahagiakan warga Jakarta. Pasti layak bila apa yang menerpa Ahok dinilai jadi ketidak adilan. 

Tetapi hukum alam kelihatannya tidak membiarkan perbuatan dzalim itu selalu tertawa. Hukum alam akan tidak membiarkan tingkah laku dzalim bebas dari balasan. Pada waktunya, hukum alam juga akan memberi balasan untuk beberapa orang yang melakukan perbuatan kedzaliman di muka bumi ini. 

Beberapa pebisnis saracen mungkin saja sudah tertawa terbahak-bahak karna usahanya untuk menjegal Ahok berbuah manis. Bonus yang di terima dari sang bos juga lumayan. Mereka nikmati usaha barunya serta tidak sempat terasa takut satu waktu juga akan di tangkap polisi. Mereka mungkin saja berfikiran serupa seperti umumnya orang-orang yang kalau apa yang mereka kerjakan akan tidak membuatnya di tangkap polisi. Pekerjaan ini memanglah tampak baru serta seakan-akan belumlah ada pasal yang mengaturnya hingga dipandang tidak tidak mematuhi hukum. 


Tetapi siapa kira, alam buka kedok mereka semuanya. Kedok merea pada akhirnya terbongkar. Sosok-sosok yang telah di tangkap sekarang ini mungkin saja cuma beberapa kecil dari jaringan saracen yang semakin besar. Sesudah nama populer Egi sujana disebut-sebut jadi sisi dari jaringan ini, bukanlah mustahil ada nama besar beda yang juga akan terbongkar kedoknya serta nyatanya jadi sisi dari jaringan saracen ini. 

Ahok tidak butuh membalaskan tingkah laku dzamil pada dianya, namu hukum alam yang juga akan membalaskannya….

0 komentar:

Posting Komentar

BeritaJakart2017. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

 
close
Poker Online Terbaik Indonesia