Loading...

Kamis, 20 Juli 2017

Tidak Perlu Buka Data Pecakapan Telegram, Kenyataannya FPI dan Gerombolannya Memang Berniat Bunuh Ahok, Mau Bukti?


Berita - Tulisan ini bermula dari pedebatan yang begitu panjang pada penulis dengan sebagian golongan intoleran pendukung FPI, HTI serta tururannya. Serta lewat media     BeritaJakarta2017. tk ini saya menginginkan menjawab mereka supaya sedikit waras, fanatisme yang terlalu berlebih kadang-kadang menyingkirkan kewarasan kita unutk berfikir jernih.

Mulai sejak pemblokiran telegram oleh pemerintah, terdapat beberapa pemakai media sosial terutama mereka beberapa pembenci Presiden Joko Widodo yang mulai bicara nyinyir, memprotes atau kritik, tidak kecuali beberapa politisi busuk seperti duo F, Fadli Zonk serta Fahri Hamzah bersama beberapa pendukungnya.

Di dunia netizenpun berlangsung perbincangan pada yang pro serta kontra. Lumrah memanglah perbincangan yang sekian. Jadi tidak lumrah saat ketentuan pemblokiran itu digoreng demikian rupa sampai menyebabkan aroma yg tidak enak. Membuat opini kalau pemerintahan saat ini diktator yang ujung-ujungnya mengajak orang-orang untuk turut berdemo ria. Lihatlah tingkah laku seseorang Fahri Hamzah yang mengajak “pasukan” nya untuk memblokir Joko Widodo. Gendeng bukan???

Tersebut argumen Kementerian Komunikasi serta Informatika Republik Indonesia berkaitan penutupan telegram itu. Kementerian Komunikasi serta Informatika (Kominfo) dengan resmi menginformasikan sudah memohon Internet Service Provider (ISP) untuk memblokir sebelas Domain Name Sistem (DNS) Telegram per 14 Juli 2014. Kominfo mengkonfirmasi kalau argumen penutupan aplikasi perpesanan instan ini karna service itu dipercaya bermuatan propaganda.

“Pemblokiran ini mesti dikerjakan karna banyak kanal yang berada di service itu bermuatan propaganda radikalisme, terorisme, memahami kebencian, ajakan atau langkah merakit bom, langkah lakukan penyerangan, disturbing images, dan sebagainya yang bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan di Indonesia, ” sekian seperti tertulis pada tayangan pers Kominfo.

Kemudian kita juga akan dengan gampang memetakan grup mana yang menampik pemblokiran itu. Mereka yaitu grup garis keras keturunan Gerindra, FPI, HTI bersama golongan Khilafahnya menuntut supaya dibukakan rakaman pembicaraan berkaitan gagasan pembunuhan pada Ahok bila itu argumen pemerintah untuk tutup telegram itu. Tidak terima dengan pemblokiran itu jadi mereka mencari seribu satu argumen untuk menyerang Joko Widodo. Basic otak telah koplak serta hati yang dipenuhi kebencian ya demikianlah langkah berfikirnya. Meraka juga akan senantiasa memutar balikkan kenyataan serta berfikiran terbalik, ditambah satu sekali lagi sifat nyinyir tidak karuan.


Ulama yang ingin Bunuh Ahok

Mungkin saja mereka telah lupa kalau kelompok mereka sendiri senantiasa teriak-teriak untuk melenyapkan Ahok dari bumi nusantara ini. Dari mulai anak-anak yang bau kencur hingga ulama yang telah tua serta bau tanahpun semuanya teriak bunuh Ahok.. bunuk Ahok. Masih tetap ingat dengan ulama yang telah ujur ini? Mengakui ulama namun teriak-teriak ingin buhuh Ahok. Beginikah contoh ulama yang baik?


Imam Kecil Front Pembela Islam, Habib Rizieq Syihab (HRS) melemparkan pernyataan keras berkaitan sangkaan penistaan agama yang dikerjakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dengan kata lain Ahok. Rizieq katakan, apabila Bareskrim Polri tidak mengolah sangkaan penistaan agama oleh Ahok dia juga akan membunuh Ahok. “Jadi bila Pak Kapolda ingin mencari pembunuh Ahok, tidak usah bingung-bingung. Saya orangnya, ” kata Rizieq, Jumat (14/10/2017) Sumber


Koordinator lapangan demo Ahok kompleks Pasar Rawa Belong, Kelurahan Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (2/11) membuat pernyataan mengagetkan. Dimuka polisi, pria berumur sekitaran 60 th. itu menampik tegas kehadiran Ahok di Kebun Jeruk. Ia juga memohon supaya polisi tidak mengawalnya. “Ane minta bila calon gubernur nomor urut dua (Ahok) masuk Kebun Jeruk, janganlah dikawal, lepasin saja. Gue kasih satu miliar untuk bunuh Ahok, ” tutur pria bertopi haji itu. sumber 



Dalam pawai obor keliling jakarta menyongsong bln. suci Ramadhan yang dibarengi beberapa besar anak-anak di bawah usia meneriakkan “bunuh si Ahok!!!, bunuh si Ahok”. Pawai ini dikerjakan disejumlah tempat di Jakarta, pada Rabu (24/05/2017). Pada malam yang serupa berlangsung bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu. sumber


Ahok yang telah di Mako Brimob saja masih tetap ada saja yang demo ‘bunuh Ahok bunuh Ahok’. Masih tetap berkelit juga?? Jadi menurut saya bila pasukan berdaster memohon data pembicaraan ditelegram di buka serta dipublikasikan berkaitan gagasan pembunuhan pada Ahok, cuma oleh karna perlu bukti, itu serupa saja dengan mereka membohongi sendiri serta ulamanya. Seperti pencuri yang telah ketangkep tangan namun mengakui dia bukanlah pencurinya.


WWW.BERITAJAKARTA2017.TK | Berita Terupdate - Info Menarik - Info Terupdate

0 komentar:

Posting Komentar

BeritaJakart2017. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

 
close
Poker Online Terbaik Indonesia