Loading...

Rabu, 12 Juli 2017

Teganya Anies-Sandi Menipu Warga Bukit Duri: Dari Dukung Penggusuran Hingga DP 0 Rupiah yang Tinggal Kenangan

Teganya Anies-Sandi Menipu Warga Bukit Duri: Dari Dukung Penggusuran Hingga DP 0 Rupiah yang Tinggal Kenangan
Pasangan Anies-Sandi Ketika Menghadiri Debat Pilkada DKI Jakarta 2017

Berita - Penyesalan juga akan senantiasa datang terakhir. Itulah kalimat yang senantiasa dapat dibuktikan di selama histori hidup manusia, tetapi yang sekalian kita tidak sempat belajar darinya. Serta kesempatan ini masyarakat DKI Jakarta, dengan spesial warga Bukit Duri, yang perlu belajar dari pengalaman pahit ini.

Sesudah mati-matian menjaga tempat mereka, dan digunakan oleh kubu samping sepanjang pilkada, selanjutnya mereka namun digusur juga. Namun apa yang lebih menyakitkan tidaklah masalah penggusuran, tetapi calon yang dahulu mereka dukung agar tak ada penggusuran saat ini jadi berbalik mensupport penertiban lewat cara menggusur1. Mengagumkan memanglah komplotan tukang jual sprei ini. Pagi katakan anti antek kafir China, sore menulis jualan obat China. Benar-benar ‘terlalu’ bila kata Bang Rhoma. 

“Kuncinya yaitu keberpihakan, bukan? ”, kalimat hampir ken*ut ini keluar dari mulut manis Anies yang saat ini tak tahu kemana batang hidungnya. Tidak ada sekali lagi support untuk orang-orang Bukit duri, tidak dari gubernur dipilih, juga dari partai pendukung mereka. Saat ini masyarakat Bukit Duri tinggal sendiri. Mereka cuma digunakan untuk memenangi pilkada DKI Jakarta. Sesudahnya? Ya telah, terima nasib saja. 

Penderitaan warga Bukit duri bukan sekedar hingga di situ. Sesudah mereka direlokasi ke rusun, mereka mengharapkan supaya bisa diikutsertakan dalam program DP 0 rupiah agar rusun yang ditempati sekarang ini dapat jadi hak punya. Sayang miliki sayang, bekas terbang tetapi yang baru tidak kunjung datang. Pasangan Anies yang manis menyebutkan kalau program DP 0 rupiah cuma bisa dibarengi oleh mereka yang berpendapatan minimum 7 juta sampai 10 juta rupiah2. Alamak, bagaimana dengan kami yang cuma sekitaran UMP? Tidakkah kami yang dulu memenangimu wahai Anies-Sandi? 

Ya telah, terima nasib saja. Telah dibohongi, saat ini ingin apa? Pilkada telah lewat, Anies si kibul-kibul serta Sandi si okengoceh telah dipilih. Belum juga dilantik saja topengnya telah mengelupas sedikit untuk sedikit, terlebih kelak saat berkuasa penuh? Iiih syerem deh. 

Ah, Nyatanya Evaluasi Kita Memanglah Pahit serta Mahal 

Mungkin saja saat ini orang-orang pemilih Anies-Sandi yang telah tertipu karna iming-iming mimpi mulai sadar serta gigit jari. Namun tetaplah, untuk saya, kejahatan moral serta politik yang paling besar berada di pundak mereka berdua ; terlebih Anies Rasyid Baswedan. Dia mencoreng nama baik dari Kakeknya sendiri cuma untuk nama serta kursi DKI. 

Dimana keberpihakan pada orang-orang kelompok bawah? Entahlah, yang tentu pendapatan minimum 7 juta per bln. telah bukanlah orang-orang kelas bawah. Itu pastinya menengah. “Jadi dimana itu keberpihakannya Bang? ”, Ah kamu, sudah mengetahui Anies itu sukai bercanda bila bicara, janganlah dipandang seriuslah janji-janjinya. Frasa “Tenun Kebangsaan” saja telah dia menjadikan keset, masih tetap ingin yakin masalah kalimat yang lain di pilkada? Tambah baik dibawa tertawa saja, agar kamu tidak stres nanti. 

Benar-benar, pilkada DKI Jakarta 2017 yaitu yang terburuk di selama histori demokrasi Indonesia (serta pasti bukanlah khilafah juga pemecahannya, karna beberapa ekstrimis ini yang mensupport si okehopret itu). Ia jadi etalase pendidikan politik terburuk untuk orang-orang. Karna kubu pemenang serta beberapa tokohnya mengajarkan kalau semua cara tersebut halal sepanjang dapat memperoleh apa yang dikehendaki. 

Kuatkan hatimu kawan, karna yang terburuk belum juga datang walaupun tentu. Selamat tinggal APBD DKI. Belum juga resmi dilantik saja, telah ramai mengedar informasi di lapangan kalau ketertarikan pemegang KJP untuk mencairkan saldo kedalam bentuk tunai mulai ramai3. Sejak di pastikan Ahok berhenti karena vonis penjara, beberapa “warga” Jakarta seperti kuda yang dilepaskan dari tali kusirnya. 

Janganlah Hibur Saya, Tidak Ada yang Manis Hari ini untuk Seseorang Zomblo (lho?!) 

Akhir kata dari saya untuk beberapa pembaca (Seword). Malang memanglah, sebagian besar warga Jakarta sudah diperdaya untuk bersama-sama merobohkan pagar yang sampai kini membuat perlindungan mereka dari rampok-rampok biaya. Serta pagar itu bernama Ahok. 

Mereka merubuhkannya cuma untuk temukan kalau beberapa serigala sudah bersiap diluar sana, menguber, mengoyak serta merong-rong semua kebaikan yang dulu telah ditata demikian rupa untuk perkembangan mereka sendiri. Memanglah tragis, namun ingin bagaimana sekali lagi? Saat yang sudah lama pergi tidak bisa diputar kembali, sayang. 

Tidak ada penghiburan sekali lagi bagiku hari ini, terkecuali semangkuk mie instan yang kubeli sembari mengingat begitu manisnya dahulu janjimu untukku. Namun saat ini dimana engkau, wahai penjual nestapa berkedok harapan serta cita? Ku seruput kuah di mangkukku hingga habis. Ah, merasa asin sekali sampai lidahku kering rasa-rasanya. Namun biarkanlah, bagiku itu tambah baik, jauh tambah baik. Paling tidak untuk menyembuhkan hatiku yang sekarang ini merasa tawar serta hambar.

Terima kasih cinta atas angan-angan yang dahulu sempat ada, tetapi yang saat ini sudah pupus. Namun tidak apa, karna sejak dari dahulu saya sudah mengetahui bila kamu itu memang… penipu. 

Maju garongnya, bahagia kampretnya.


Salam Hangat BeritaJakarta2017.....................................

0 komentar:

Posting Komentar

BeritaJakart2017. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

 
close
Poker Online Terbaik Indonesia