Loading...

Jumat, 14 Juli 2017

Salam Goblok Dari Jawa Barat Untuk Warga Jakarta

Salam Goblok Dari Jawa Barat Untuk Warga Jakarta
"Salam Goblok Dari Jawa Barat"

Berita - Berdebat pagi hari ini dengan golongan Onta, buat adrenaline saya mencuat hingga keluar kepala. Dari mulai pakai bhs surga hingga bhs neraka semuanya digunakan. Sekali lagi mood perang saya….

Salam Goblok Dari Jawa Barat Untuk Warga Jakarta

Ditengahnya perbincangan, saya dikirimi rekan satu tulisan yang berjudul “Salam Goblok Dari Jawa Barat”. Saya baca dengan cermat. Pandangan yang cerdas serta terang serta apa yang dituliskan menjawab sebagian pertanyaan dari bagian agama kenapa Indonesia tidak maju. Saya berbagi di sini yah apa yang saya baca :

“SALAM GOBLOK DARI JAWA BARAT ”

Salam GOBLOK Dengan, Terima Kasih Warga Jakarta

BY MUHAMMAD SABRI ON APRIL 21, 2017POLITIK

Di waktu saya sekolah dahulu serta di beberapa pembicaraan seringkali sekali saya temui beberapa orang dewasa serta anak-anak kecil warga negara Indonesia bertanya “kenapa yah Indonesia alamnya kaya raya letak negaranya strategis namun negaranya tidak maju serta penduduknya banyak yang miskin? ”

Hari ini saya mengatakan banyak terima kasih pada sebagian besar warga Jakarta karna sudah berikan jawaban kongkrit atas pertanyaan itu, jawaban yang membuat saya tidaklah perlu bingung sekali lagi menjawabnya dengan beragam teori sosiologis, ekonomis serta politis dsb. kesempatan ini, bila saya merasakan ada orang yang memajukan pertanyaan sesuai sama itu, juga akan saya jawab “lihat pilgub DKI 2017”.

Ya, Pilgub kesempatan ini menuturkan dengan begitu terang mengapa negara Indonesia hingga detik ini tidak jadi negara maju.

Sebelumnya mengambil langkah lebih jauh saya menginginkan mengutip satu hadits

“Jika amanat sudah disia-siakan, tunggulah saja kehancuran berlangsung. ” Ada seseorang teman dekat ajukan pertanyaan ; ‘bagaimana maksud amanat disia-siakan? ‘ Nabi menjawab ; “Jika masalah diserahkan bukanlah pada ahlinya, jadi tunggu kehancuranitu. ” (BUKHARI – 6015).

Ya, terima kasih warga Jakarta, kalian sudah menyerahkan masalah pemerintahan di propinsi anda sebagai acuan Indonesia pada yang bukanlah ahlinya, lagi terima kasih.

Karna sebagian ayat yang ditranslate serta disalahgunakan dengan SEMBARANGAN kalian sudah turut andil lakukan KEDZALIMAN pada juta-an orang. Kalian DZALIM, kalian DZALIM karna sudah menyerahkan kepengurusan (lagi, KEPENGURUSAN bukanlah KEPEMIMPINAN) ibu kota negara SAYA serta 250 juta orang yang lain pada yang BUKAN ahlinya. Kalian DZALIM, ingat itu, KALIAN DZALIM.

Saat ini terang telah, kalian sudah menunjukkan kebenaran hadits Rasulullah di atas. Ini baru Pilgub, bermakna begitu besar peluang kita kita memakai standard yang serupa dalam penentuan pemilihan yang lain. Lumrah dunia politik kita kacau balau seperti saat ini. Terima kasih warga Jakarta.

Besok surprise apa sekali lagi yang juga akan diberi warga Indonesia? Pilih orang yang mengurusi negara ini karna panjang panjangan jenggot? Karna hitam hitaman jidat? Karna merdu merduan nada dalam lakukan tilawah Qur’an?

Jujur saya dahulu pernah besar di lingkungan yang sesuai sama itu, saya pernah alami 2 kali penentuan gubernur Jawa Barat. Apa yang dibicarakan oleh orang orang sekitaran saya tentang Ahmad Heryawan yang saat itu adalah calon gubernur Jawa Barat? “Kang Aher hafal Qur’an”, “Kang Aher dapat baca kitab gundul”. Saat ini saya jadi ingat orang orang di sekitaran saya dahulu serupa sekali tidak sempat membahas program, prestasi serta trek record, mereka cuma meng elu elu kan keshalehan pribadi Ahmad Heryawan.

Hey, sesaleh apa pun birokrat yang mengurusi lokasi kalian, akan tidak jadi besar kesempatan kalian masuk surga SEDIKIT PUN, ingat itu. Se bejat apa pun birokrat yang mengurusi lokasi kalian juga akan tidak kurangi peluang kalian untuk masuk surga SEDIKIT PUN.

Yang kalian kerjakan cuma menghancurkan peluang kalian serta orang orang yang lain untuk nikmati service umum yang baik, pembangunan yang riil serta kelegaan ekonomi yang juga akan menghindari beberapa puluh juta bahkan juga beberapa ratus juta orang dari kefakiran yang dekat dengan kekafiran. Kesempatan kalian masuk surga SAMA SEKALI TIDAK DIPENGARUHI oleh kesalehan kepala daerah kalian. Ingat itu basic orang orang dzalim.
Ayat yang kalian salah pakai itu bukanlah mengenai pilkada, ayat itu bukanlah mengenai penentuan gubernur, ayat itu bukanlah mengenai Pilkada. Bukankah kalian pelajari itu? Bukankah kalian takut mempergunakan ayat Allah untuk agenda politik kalian? BELAJAR TAFSIR WOY! Janganlah segera yakin saja apa yang diteriakkan orang yang KELIHATANNYA tahu agama. Tidak semuanya pengkhotbah Jum’at yang kalian dengarkan tahu apa yang mereka bicarakan.

Pada saudara sebangsa serta setanah air yg tidak beragama Islam, saya tidak dapat memikirkan begitu kecewanya kalian dengan bangsa yang kemerdekaan serta kemakmurannya kita perjuangkan dengan serupa ini. kalian mungkin jadi seseorang lulusan S3 dari kampus paling unggul didunia, mencapai hadiah nobel, mempunyai bergudang gudang prestasi, jujur, pekerja keras namun dalam Pilkada atau Pilpres kalian mungkin juga akan ditaklukkan oleh orang yang buta huruf, tidak berpendidikan, tidak memiliki pengalaman, korup serta pemalas seandainya seiman dengan sebagian besar masyarakat. Maafkan keadaan Indonesia yang begini, maaf saudara saudara.

Oke, nantinya apa yang kita mencari? Orang yang paling merdu adzannya untuk jadi mentri keuangan? Orang yang dapat baca kitab gundul untuk jadi gubernur? Pakar tafsir untuk jadi mentri telekomunikasi? Orang yang jenggotnya paling panjang serta dahinya paling hitam untuk jadi presiden? Apa besok kalian juga akan memberi surprise sekali lagi dengan membuat orang orang paling berprestasi serta cemerlang di Indonesia tidak dapat memperoleh tempat strategis cuma karna tidak berjenggot, tidak dapat baca kitab gundul serta ngomong bhs Arabnya belepotan? Terima kasih warga jakarta, kalian menjawab dengan begitu terang mengapa Indonesia tidak maju maju hingga hari ini. Kalian sudah menunjukkan kebenaran hadits Rasulullah di atas, terima kasih.

Mengapa saya ngotot sekali tentang hal semacam ini, karna saya tidak sempat SEKALI PUN menjumpai pendukung Anies-Sandi yang menyebutkan mereka pilih karna program, prestasi serta trek record, TIDAK SEKALI PUN. terima kasih warga Jakarta.

Mulai besok bila saya atau anak anak saya bercita-cita jadi presiden atau gubernur, juga akan saya anjurkan mereka menghafal Qur’an serta dapat membaca kitab gundul seperti kang Aher. Karna nyatanya itu yang di cari sebagian besar orang Indonesia. sia-sia berprestasi serta berpendidikan tinggi, jujur serta pekerja keras, hal tersebut tidak sempat dibicarakan. belajar dari Aher, belajar dari pilgub Jakarta. Terima kasih warga Jakarta.

Saat ini saya tidaklah heran sekali lagi mengapa Indonesia tidak maju maju hingga hari ini.

Terima kasih (beberapa besar) warga Jakarta.

Dari perbatasan propinsi ini….

Menyedihkan serta menakutkan karna seruan Al-quran serta sabda rosulullah akan tidak sempat salah. Benar apa yang dituliskan Mohammad Sabri. Tak ada kalimat pas untuk di sampaikan pada warga Jakarta terkecuali “Salam Goblok”. Goblok karna yakin saja kalau Anies seseorang yang agamis!

Saat Ulama berpolitik, jadi Agama mereka mati! Saksikan saja dilapangan bagaimana mereka memplintir ayat Al-Quran serta sembunyikan sunah rosulullah. Bagaimana mereka membuat grup muslim yang Takfiri yg tidak ngerti serta hanya bisanya mengkafir-kafirkan saudara muslimnya sendiri.

Dalam Agama, kita mengetahui halal-haram, salah-benar serta baik-buruk. Dalam berpolitik, semua halal, semua benar, semua baik tanpa ada lihat apakah itu satu kebohongan atau kebenaran. Saya berhenti dengarkan ceramah seseorang Ulama saat dia telah mulai memasukan topik politik dalam ceramahnya.

Saya jadi bertanya-tanya, apa Eep miliki rasa kebangsaan atau nasionalisme? Apa dia sadar karena kiat kampanye yang dia jual serupa kubu Paslon 3 dapat buka kesempatan untuk golongan Islam Radikal untuk nyelinap serta masuk lantas mengguncang Indonesia? Atau jiwa Eep memanglah telah dibeli setan? Mengapa dia tidak berfikir panjang? Apa dia lupa kalau startegi yang serupa yang dipakai di Aljazair juga menelan banyak korban?

Pada 1990-an, Aljazair dirundung perang saudara penuh kekerasan serta berkelanjutan sesudah militer menghambat ParPol Islam, Front Keselamatan Islam atau FIS ambil kekuasaan menyusul penentuan multipartai pertama di negeri itu. Lebih dari 100. 000 orang terbunuh, umumnya dalam pembantaian masyarakat sipil yang tidak beralasan, oleh grup gerilyawan seperti Grup Islam Bersenjata (wikipedia).

Islam disimpulkan dalam beragam bhs tetaplah berarti DAMAI. Al Quran di turunkan jadi tips untuk menuju kedamaian. Sunah Rosulullah disabdakan untuk menguraikan langkah yang benar untuk menjangkau kedamaian. Lantas Eep ini memakai agama yang harusnya membawa kedamaian jadi alat memecah iris bangsa.

Saat ini telah menjalar akun-akun di tweeter yang mulai menggaungkan untuk melengserkan Jokowi dengan beberapa cara yang serupa. Saya betul-betul mengharapkan, TNI, Polri, Ormas-Ormas Islam yang masih tetap setia pada Pancasila juga Pemerintah dapat lebih peka serta lakukan mencegah sedini mungkin saja.

Salam Goblok Dari Jawa Barat Untuk Warga Jakarta


Selamatkan Indonesia! Selamatkan Jokowi, Presiden kita!



Salam Hangat BeritaJakarta2017...............

0 komentar:

Posting Komentar

BeritaJakart2017. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

 
close
Poker Online Terbaik Indonesia