Loading...

Kamis, 27 Juli 2017

Saat Sang Menteri Menampik Taat Pada Amien Rais

Saat Sang Menteri Menampik Taat Pada Amien Rais

Berita - Hubungan politik pada Partai Amanat Nasional (PAN) dengan partai koalisi pemerintah makin panas. Bermula dari PAN yang membelot. Paling akhir, PAN pilih walk out waktu voting UU Pemilu. PAN malah bersamaan searah dengan partai oposisi seperti PKS, Gerindra, serta Demokrat. 
Padahl terang kalau Partai Amanat Nasional (PAN) sudah berjumpa dengan Presiden Joko Widodo satu hari sebelumnya pengambilan ketentuan RUU Pemilu, serta menyebutkan tetaplah solid mensupport pemerintahan. Tetapi sesudah jumpai Joko Widodo PAN masih tetap saja membelot. 

Dengan alih-alih mensupport supaya Presiden pemerintah berhasil. PAN tegaskan kalau koalisi itu bukanlah masalah menteri, bila menteri itu kan prerogatif Pak Presiden. PAN menginginkan bangsa ini berhasil seperti negara-negara beda. Rakyat suka, PAN pasti akan suka namun semuanya cuma hanya retorika politik PAN jadi partai politik yang populer pembelot di masa Joko Widodo-Jusuf Kalla. 

Terakhir, Ketua Dewan Penasehat PAN Amien Rais memohon kadernya yang berada di dalam kabinet Jokowi-JK, Asman Abnur, mundur dari jabatannya jadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara serta Reformasi Birokrasi (Menpan RB).

Partai ini memanglah telah waktunya tau diri di mana tempat mana yang pas untuk pendusta serta pembelot seperti mereka, tekanan supaya Partai Amanat Nasional (PAN) selekasnya menarik mundur Kadernya dari Kabinet Kereja pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla oleh Ketua Dewan Kehormatan DPP PAN Amien Rais memanglah langkah yang pas serta lebih sadar sebelumnya jadi duri dalam daging dalam koalisi. 

Namun anehnya sang kader seperti enjoy saja seperti yang dilaunching oleh beragam media salah satunya tribunews serta jawa pos kalau menteri Asman mengakui tidak mau merespon hal tersebut terlalu berlebih, serta pilih menanggapi keinginan bekas ketua umum partainya dengan enjoy. 

Kelihatannya sang kader masih tetap kerasan jadi petinggi satu diantara kementerian sebab ia juga tidak menginginkan menyikapi serius nyanyian satu diantara senior dan pembinanya di PAN Amien Rais, Hal senda juga di sampaikan oleh Hanafi mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara serta Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur yang notabene kader PAN, berkaitan hasrat Amien Rais itu. 

Apalah arti satu taat bila sang Menteri Asman menyatakan kalau ia tidak ikut serta tentang dinamika yang berlangsung karna hal itu yaitu masalah politik.

“Itu kan urusan partai. Urusan politik. Jadi kalau saya urusannya kerja. Yang penting kerja kita laksanakan dengan baik,”.

PAN terakhir sering berseberangan sikap dengan pemerintah serta koalisi partai pendukungnya. Pada akhirnya dari sikap itu sang Menteri kelihatannya bimbang bahkan juga menampik taat pada Amien Rais, bahkan juga disalah satu media sang Menteri menyebutkan menyerahkan semua ke Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia. 

Menurut Hanafi, PAN betul-betul menyerahkan semua ketentuan itu pada Jokowi, serta serupa sekali tidak miliki hak intervensi. Bicara masalah reshuffle kabinet, kita cuma menanti maunya Presiden seperti apa. Kembali ke Presiden ingin seperti apa mengenai nasibnya PAN di kabinet kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla. Beberapa elit Pan kelihatannya sadar kalau dalam system pemerintahan di Indonesia terang kalau siapa saja itu tidak dapat mengintervensi serta tidak dapat menekan-desak Joko Widodo sebagai kepala negara. 

Tetapi PAN semestinya juga “tau diri” sebab tekanan dari partai koalisi terang pada sikap PAN yang bermain dua kaki dalam sebagian kebijakan paling akhir ini 

Namun apa yang lucu dari sikap Amien Rais ini, waktu ia di tanya apakah setelah itu PAN juga akan kembali gabung dengan koalisi oposisi yang dimotori Partai Gerindra, Amien tidak menjawabnya dengan tegas. Koalisi dengan rakyat malah keluar dari mulut sang politisi senior namun memiliki sikap yang ta melukiskan senioritasnya. Atas nama rakyat Amien bicara tak tahu rakyat yang mana?. 

Disatu bagian “menolak patuh” serta menyerahkan semuanya pada Joko Widodo yaitu deskripsi kalau PAN begitu sayang dengan tempatnya dalam kabinet, sekarang ini PAN mempunyai satu kursi menteri di kabinet, yaitu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara serta Reformasi Birokrasi, Asman Abnur. Diluar itu, ada pula Kepala Komite Ekonomi serta Industri Nasional yang dihuni Sutrisno Bachir. 


Keduanya nampaknya bebrapa berharap kuatir dengan nyanyian Amien Rais sebab bila Amien Rais asyik sendiri dengan nyanyiannya jadi mungkin Joko Widodo beralih fikiran, nyanyian tetaplah nyanyian bila telah buang ludah semestinya PAN tidak bisa menjilatnya kembali.


WWW.BERITAJAKARTA2017.TK | Berita Terupdate - Info Menarik - Info Terupdate

0 komentar:

Posting Komentar

BeritaJakart2017. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

 
close
Poker Online Terbaik Indonesia