Loading...

Kamis, 06 Juli 2017

Pelapor Kaesang Bisa Dipenjara, Ujaran Bunuh Si Ahok Bisa Ditindak Penyebar Kebencian !

Pelapor Kaesang Bisa Dipenjara, Ujaran Bunuh Si Ahok Bisa Ditindak Penyebar Kebencian !
Bukti Laporan

Berita - Saya melihat berita dilaporkannya Kaesang kepada polisi terkait penodaan agama dan kebencian SARA. dimulai dari web abal-abal yang hanya menurunkan 3 paragraf. Kemudian selesai, tanpa ada kejelasan. Namun karena ini menyangkut seorang anak Presiden Indonesia, beberapa media mainstream ikut memberitakan dan mencari sumbernya. Ada juga yang hanya menurunkan berita “belum tentu Kaesang yang dimaksud adalah Kaesang anak Presiden.”

Intinya, ketika media mainstream ada yang mengangkat, dengan mencari tahu si pelapor dan menanyakan kebenarannya, netizen di jagad maya semakin membicarakannya. Sehingga beberapa penulis Seword sudah mengangkatnya.

Namun ada satu hal yang saya anggap salah dalam pola pikir sebagian kita. Tentang menyesali dan menyayangkan dilaporkannya Kaesang oleh Muhammad Hidayat. Ada yang takut Kaesang akan dipenjara, diahokkan, kemudian Presiden juga lengser karena kasus ini.

Menurut saya itu imajinasi yang terlalu jauh. Tidak akan sampai ke sana. Kaesang adalah putra Presiden Jokowi, Presiden yang terpilih oleh suara mayoritas rakyat Indonesia. Tidak sesederhana itu untuk membuat kasus dan menggerakkan massa lagi.

Selain itu, Kaesang adalah muslim, lahir dari keluarga muslim dan Jawa. Jadi soal suku, ras dan agama, Kaesang adalah bagian dari rakyat mayoritas di Indonesia. Sehingga jelas Kaesang tidak bisa disamakan dengan Ahok yang memang minoritas, dan di sebagian otak masyarakat sudah tertanam kebencian yang sudah cukup lama.

Melaporkan Kaesang ke Polisi dengan harapan bisa mempermasalahkannya hingga merembet ke Presiden Jokowi, kemudian demo-demo lagi, bagi saya itu seperti berharap Rizieq meminta maaf pada rakyat Indonesia karena telah melecehkan Pancasila. Mustahil. Kaesang tidak bisa didemo dengan slogan-slogan jahannam seperti kutil babi, china, komunis, atau aksi bela Islam. Sebab Kaesang juga muslim.

Dari penodaan agama dan kebencian SARA menjadi ujaran kebencian saja

Ada yang menarik dari proses perkembangan isu Kaesang dilaporkan ke polisi. Awalnya diberitakan (oleh blog) Kaesang penista agama, melakukan penodaan agama. Sama seperti yang dulu dibangun dan skenariokan untuk Ahok.

Namun kemudian setelah masuk ke media mainstream, beritanya menjadi hanya ujaran kebencian saja. Tidak ada lagi kata penodan agama. Dari pantauan saya, hanya okezone milik HT yang membuat judul dengan kata penodaan agama.

Dari sini terlihat bahwa branding “penodaan agama” sudah tidak berhasil dilakukan. Sementara MH sang pelapor pun juga tidak lagi membahas hal-hal yang berkaitan dengan penodaan agama, padahal dalam laporannya berkaitan dengan penodaan agama.

“Bagi saya, ndeso itu adalah sebuah golongan masyarakat desa, satu golongan masyarakat desa itu di konotasikan sebagai masyarakat rendah, sehingga dia menjadi analogi mempersepsikan sesuatu yang negatif, ‘dasar ndeso lo’, ‘dasar kampungan lo’. Maka masyarakat desa menjadi sebuah image masyarakat desa itu adalah rendah apalagi setelah menjadi konsumsi publik,” papar MH.

Lihatlah, yang dilaporkan apa, yang disampaikan apa? haha



Penilaian MH terhadap ujaran kebencian seperti mengkafir-kafirkan dan tidak mau mensholatkan jenazah yang beda pilihan politik, adalah sebuah fakta sejarah dari Pilkada Jakarta 2017. Fakta, itu terjadi, dan Kaesang menolak hal tersebut. Jadi kalau kemudian Kaesang yang dilaporkan ke Polisi atas penodaan agama, ini sama seperti kasus chat mesum Rizieq dan Firza. Rizieq yang diduga menikmati, tapi yang diminta bersumpah dan disalah-salahkan adalah kita-kita yang hanya melihat foto dan sudah disensor sana sini.

Sementara ndeso atau kampungan dengan desa atau kampung adalah kata yang memiliki makna berbeda. Orang desa belum tentu ndeso, dan orang kampung belum tentu kampungan. Saya lahir di pelosok Madura, dari desa terpencil. Tapi apakah secara otomatis saya jadi masyarakat desa yang bisa disebut ndeso? tidak. Kecuali ada sikap saya yang buruk, seperti menyebut manusia lain sebagai kutil babi misalnya, barulah bisa disebut ndeso. Dasar ndeso!

Lebih dari itu, penggunaan ndeso ini lebih bisa diterima sebagai candaan sebagai kondisi sosial budaya. Dulu pernah ada tokoh pewayangan yang mengatakan “Salah satu teman mengatakan (kepada Jokowi), Anda ini presiden yang dari tujuh presiden sebelumnya, paling ndeso. Untuk itu saya harap kebijakannya lebih mementingkan rakyat pedesaan.”

Hal itu dikatakan dalam sebuah acara Presiden bertemu dengan sastrawan, budayawan, seniman dan pemikir. Presiden hadir di situ dan ikut tertawa bersama semua orang yang hadir di dalamnya.

Jadi, kata ndeso itu tidak selalu ujaran kebencian. Tetapi juga bisa dijadikan sebagai candaan. Sehingga kemudian tidak secara otomatis dipahami bahwa kata ndeso menyinggung orang desa. Hal ini saya pikir tidak dipahami oleh MH.

Lebih dari itu, MH rupanya sedang menyandang status tersangka ujaran kebencian. Jadi kalau sekarang mau melaporkan Kaesang dan berharap polisi bisa menindaknya, mungkin yang lebih dulu ditindak MH, sebab sudah tersangka duluan. Jadi kalau ada yang menuntut keadilan hukum, maka MH harus masuk penjara dulu. hahaha iya dong, kan giliran prosesnya. Adil.


Saya lihat berita dilaporkannya Kaesang pada polisi berkaitan penodaan agama serta kebencian SARA. diawali dari situs abal-abal yang cuma turunkan 3 paragraf. Lalu usai, tidak ada kejelasan. Tetapi karna ini menyangkut seseorang anak Presiden Indonesia, sebagian media mainstream turut memberitakan serta mencari sumbernya. Ada pula yang cuma turunkan berita “belum pasti Kaesang yang disebut yaitu Kaesang anak Presiden. ” 

Dasarnya, saat media mainstream ada yang mengangkat, dengan mencari tahu si pelapor serta bertanya kebenarannya, netizen di jagad maya makin membahasnya. Hingga sebagian penulis Seword telah mengangkatnya. 

Tetapi ada satu hal yang saya anggap salah dalam alur fikir beberapa kita. Mengenai menyesali serta menyayangkan dilaporkannya Kaesang oleh Muhammad Hidayat. Ada yang takut Kaesang akan dipenjara, diahokkan, lalu Presiden juga lengser karna masalah ini. 

Menurut saya itu imajinasi yang sangat jauh. Akan tidak hingga kesana. Kaesang yaitu putra Presiden Jokowi, Presiden yang dipilih oleh nada sebagian besar rakyat Indonesia. Tidak sesederhana itu untuk membuat masalah serta menggerakkan massa sekali lagi. 

Diluar itu, Kaesang yaitu muslim, lahir dari keluarga muslim serta Jawa. Jadi masalah suku, ras serta agama, Kaesang yaitu sisi dari rakyat sebagian besar di Indonesia. Hingga terang Kaesang tidak dapat disamakan dengan Ahok yang memanglah minoritas, serta di beberapa otak orang-orang telah tertanam kebencian yang telah cukup lama. 

Memberikan laporan Kaesang ke Polisi dengan keinginan dapat mempersoalkannya sampai merembet ke Presiden Jokowi, lalu demo-demo sekali lagi, untuk saya itu seperti mengharapkan Rizieq mohon maaf pada rakyat Indonesia karna sudah berbuat tidak etis Pancasila. Tidak mungkin. Kaesang tidak dapat didemo dengan slogan-slogan jahannam seperti kutil babi, china, komunis, atau tindakan bela Islam. Sebab Kaesang juga muslim. 

Dari penodaan agama serta kebencian SARA jadi ujaran kebencian saja 

Ada yang menarik dari sistem perubahan gosip Kaesang dilaporkan ke polisi. Awalannya dikabarkan (oleh situs (blog)) Kaesang penista agama, lakukan penodaan agama. Serupa seperti yang dahulu dibuat serta skenariokan untuk Ahok. 

Tetapi setelah masuk ke media mainstream, kabarnya jadi cuma ujaran kebencian saja. Tak ada sekali lagi kata penodan agama. Dari pantauan saya, cuma okezone punya HT yang membuat judul dengan kata penodaan agama. 

Dari sini tampak kalau branding “penodaan agama” telah gagal dikerjakan. Sesaat MH sang pelapor juga tak akan mengulas beberapa hal yang terkait dengan penodaan agama, walau sebenarnya dalam laporannya terkait dengan penodaan agama. 

“Bagi saya, ndeso itu yaitu satu kelompok orang-orang desa, satu kelompok orang-orang desa itu di konotasikan jadi orang-orang rendah, hingga dia jadi analogi mempersepsikan suatu hal yang negatif, ‘dasar ndeso lo’, ‘dasar kampungan lo’. Jadi orang-orang desa jadi satu image orang-orang desa itu yaitu rendah terlebih sesudah jadi mengkonsumsi umum, ” tutur MH. 

Lihatlah, yang dilaporkan apa, yang di sampaikan apa? haha 



Penilaian MH pada ujaran kebencian seperti mengkafir-kafirkan serta tidak ingin mensholatkan jenazah yang lain pilihan politik, yaitu satu kenyataan histori dari Pilkada Jakarta 2017. Kenyataan, itu berlangsung, serta Kaesang menampik hal itu. Jadi bila lalu Kaesang yang dilaporkan ke Polisi atas penodaan agama, ini serupa seperti masalah chat mesum Rizieq serta Firza. Rizieq yang disangka nikmati, namun yang disuruh bersumpah serta disalah-salahkan yaitu kita-kita yang cuma lihat photo serta telah disensor sana sini. 

Sesaat ndeso atau kampungan dengan desa atau kampung yaitu kata yang mempunyai arti berlainan. Orang desa belum juga pasti ndeso, serta orang kampung belum juga pasti kampungan. Saya lahir di pelosok Madura, dari desa terpencil. Namun apakah dengan automatis saya jadi orang-orang desa yang dapat dimaksud ndeso? tidak. Terkecuali ada sikap saya yang jelek, seperti mengatakan manusia beda jadi kutil babi umpamanya, baru dapat dimaksud ndeso. Basic ndeso! 

Lebih dari itu, pemakaian ndeso ini semakin dapat di terima jadi candaan jadi keadaan sosial budaya. Dahulu sempat ada tokoh pewayangan yang menyebutkan “Salah satu rekan menyebutkan (pada Jokowi), Anda ini presiden yang dari tujuh presiden terlebih dulu, paling ndeso. Karenanya saya berharap kebijakannya lebih mementingkan rakyat pedesaan. ” 

Hal tersebut disebutkan dalam satu acara Presiden berjumpa dengan sastrawan, budayawan, seniman serta pemikir. Presiden ada di situ serta turut tertawa dengan kebanyakan orang yang ada di dalamnya. 

Jadi, kata ndeso itu tidak selamanya ujaran kebencian. Namun dapat juga jadikan jadi candaan. Hingga lalu tidak dengan automatis dipahami kalau kata ndeso menyinggung orang desa. Hal semacam ini saya fikir tidak dipahami oleh MH. 

Lebih dari itu, MH rupanya tengah menyandang status tersangka ujaran kebencian. Jadi bila saat ini ingin memberikan laporan Kaesang serta mengharapkan polisi dapat menindaknya, mungkin saja yang lebih dahulu ditindak MH, sebab telah tersangka duluan. Jadi bila ada yang menuntut keadilan hukum, jadi MH mesti masuk penjara dahulu. hahaha iya dong, kan giliran akhirnya. Adil.









Kaesang makin populer 

Saya fikir ada satu hal yang perlu disyukuri oleh Kaesang, yaitu makin popular. Dikarenakan berita dilaporkan ke Polisi, dianya jadi dibicarakan banyaknya orang. Saya begitu percaya dengan berita pelaporan ini membuatnya dibicarakan banyaknya orang yang sampai kini tidak tersentuh jadi segmen vlog nya. 

Serta untuk menyikapi hal semacam ini, Kaesang tidaklah perlu berikan pernyataan apa pun. Biarlah media memberitakan namanya, terus-terusan, jadi promosi gratis untuk popularitasnya jadi youtuber Indonesia. Seburuk apa pun berita di media, nikmati saja, karna yang begitu juga tetaplah mesti kita nilai jadi promosi gratis. 

Kaesang juga tidak butuh takut atau cemas. Bukanlah karna dianya anak Presiden, namun karna vlog nya itu tidak penuhi prasyarat untuk dimaksud lakukan penodaan agama atau ujaran kebencian SARA. Jadi ada peluang polisi menindak lanjuti video “bunuh-bunuh-bunuh si Ahok” yang disampaikan oleh anak-anak kecil itu. Sebab saat ini telah jadi konsumi umum, dibicarakan serta telah jadi materi laporan. Hingga polisi dapat mencari sumber serta aktor dibalik video yang ada pada vlog Kaesang, yang menyuruh anak kecil untuk lakukan ujaran kebencian membunuh Ahok. 




Paling akhir, bila Kaesang menginginkan makin menyayat-nyayat si pelapor atau golongan bumi datar yang dari 2014 lantas telah menginginkan melengserkan Jokowi, anjuran saya Kaesang selekasnya mengupload vlog paling baru yang serupa sekali tidak mengulas masalah pelaporan ini. Mengapa demikian? Karna tak ada yang lebih menyakitkan dari pada mengacuhkan beberapa orang yang mencari perhatian. Hahahaha…Begitulah kura-kura.


Salam Hangat BeritaJakarta2017.............................

0 komentar:

Posting Komentar

BeritaJakart2017. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

 
close
Poker Online Terbaik Indonesia