Loading...

Sabtu, 29 Juli 2017

Mantap, Bpak Djarot Mulai Berani Nonjok Anies-Sandi Dengan Sindiran Menohok



Berita - Djarot sampai kini, saya saksikan, senantiasa kalem serta tenang karakternya. Lain dengan Ahok yang meledak-ledak, ceplas-ceplos to the point serta tidak beberapa enggan ribut dengan mereka yg tidak benar walau saat ini telah belajar melunak. Djarot tampak lebih tenang karakternya. Namun sekian hari ini saya lihat kelihatannya dia juga ingin unjuk gigi serta hadapi lawan politiknya. Bedanya dengan Ahok yang menyukai terang-terangan, Djarot memakai langkah yang lebih halus namun sesungguhnya buat skakmat, serta mematikan lawannya sampai tidak berkutik sekali lagi. 

Tampak terang dari program Kartu Jakarta Lanjut usia (KJL) yang tengah diributkan karna kubu Anies menyebutkan program ini serupa dengan programnya. “Jadi bila Pak Basuki-Djarot mengikuti ini yaitu pesan untuk warga Jakarta kalau Anies-Sandi bagus, ” ucap Anies. 

Dahulu waktu Ahok resmikan Jakarta Creative Hub, dia berkomentar kalau program ini yaitu OKE OCE yang sebenarnya, Anies juga memberi komentar, “Itu OK OCE juga? Alhamdulillah bila ada yang mengikuti, syukurlah bila telah ditiru. Ya Alhamdulillah, bila pemerintah ingin bekerja memfasilitasi perkembangan wiraswasta ya kita bersukur. ” 



Namun Djarot yang memanglah pada intinya tenang-tenang juga cuma kalem serta tidak ambillah pusing. “Kami untuk program lanjut usia telah kami berikan kebutuhannya, Rp 600. 000. Paling mudah itu kan memanglah program KJP diberi plus jadi KJP plus. Kelak program KJL diberi plus jadi KJL plus, ” kata Djarot. 

Waduh, tega sekali kau Pak Djarot menyindir lewat cara begini, hahaha. Nyindir halus, tidak pedas, namun mematikan serta buat skakmat. Siapa yang ajarin nih? Namun jujur cerdik juga sich. Jujur saya menginginkan sekali ketahui reaksi Anies-Sandi dibuangi sindiran begini. Bila saya digituin, saya juga akan menangis di sudut kamar sembari makan Sari Roti. Disinggung begini serupa dibuangi telur busuk, tidak sakit namun baunya itu lho, kagak nahan, dapat terngiang-ngiang berhari-hari. 



KJP plus yang diwacanakan Anies sesungguhnya yaitu KJP yang telah di beri bumbu penyedap yakni paduan KJP serta KIP (program nasional). Sesungguhnya ini bukanlah terobosan, tetapi kurang efisien, karna KJP serta KIP pada intinya serupa serta pastinya sama-sama tumpang tindih. Ada benarnya pemikiran Ahok kalau nilai KJP semakin besar dari KIP hingga tidak dibutuhkan sekali lagi, dan KIP dapat disalurkan ke siswa beda yang lebih memerlukan. 

Asumsinya, Jakarta telah ada KJP sendiri, lantas apakah kota-kota serta lokasi beda miliki kartu semacam? Tak ada, maka dari itu KIP yaitu pemecahannya. Menimpakan KIP ke KJP serupa saja kurangi jumlah siswa dari lokasi luar Jakarta terima pertolongan itu. Saya tidak mengerti kenapa Anies-Sandi tidak dapat berfikir hingga sejauh itu, dan tuturnya (konon) KJP plus bisa ditarik tunai. Bersiap saja berlangsung penyelewengan dengan kata lain dana tidak dipakai harusnya. 

Saya jadi bertanya-tanya apa maksudnya KJP plus itu? Rasa-rasanya seperti KJP yang hanya diberi tambahan pemanis agar orang-orang jadi begitu tertarik, walau sebenarnya manisnya ini tidak baik untuk periode panjang. Begitu disayangkan bila manisnya ini untuk menarik simpati orang-orang, benar-benar begitu disayangkan. Ahok sempat juga menyindir ini pada debat sebagian bulan lantas, serta memohon tidak untuk mengajari yg tidak benar pada orang-orang cuma untuk memenangi Pilkada. Kembali sekali lagi ke KJL, bila KJL versus Ahok-Djarot dananya 600. 000, jadi program pertolongan untuk lanjut usia punya Anies-Sandi sebesarnya 300. 000 per bulan. Jadi miliki Ahok-Djarot semakin besar 2 x lipat. 

Saya pernah berfikir begini, mengapa Djarot yang mulai beraksi berikan tembakan menohok begini, segera pas ke tujuan serta menghujam jantung. Mungkin saja ada hubungannya dengan Ahok yg tidak dapat sekali lagi leluasa seperti dahulu. Mulai sejak masalah Al-Maidah, pihaknya serta kubu Ahok mengerti perkataan serta perbuatannya riskan dipelintir serta disalahkan. Ahok sedikit terkekang, serta tidak sebebas dahulu waktu menyebutkan, “Pemahaman nenek lu. ” Ditambah sekali lagi ada yang menyukai nyinyir tidak berhenti, harus Djarot yang turun tangan membereskan ini semuanya. Paling tidak lebih aman bila Djarot yang menahan serta menyerang balik. 

Kalau Ahok tidak terserang masalah, mungkin saja ini juga akan jadi lebih seru. Tidak terbayangkan bakal jadi apa balasan dari Ahok. Pastinya tembakan balasannya lebih pedas karna di isi peluru cabe rawit sepuluh kilo. Namun sindiran Djarot ini juga telah cukup menohok serta membungkam yang berkaitan. 



Bagaimana menurut Anda?





WWW.BERITAJAKARTA2017.TK | Berita Terupdate - Info Menarik - Info Terupdate

0 komentar:

Posting Komentar

BeritaJakart2017. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

 
close
Poker Online Terbaik Indonesia