Loading...

Kamis, 20 Juli 2017

Lagi" Anies Menyerang Ahok Dengan Kata2 Pedas, Kini Sebut Ahok Tak Mengerti Anggaran !

Gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan tengah berdialog dengan petani, warga, dan mahasiswa di Pasar Ikan Mino Nogotirto, Sleman, 19 Juli 2017. Tempo/Pito Agustin Rudiana.

Berita - Walau telah usai Pilkada serta sebentar sekali lagi Gubernur DKI Jakarta Dipilih, Anies Baswedan, juga akan dilantik jadi Gubernur DKI Jakarta sesudah Djarot, Anies tetaplah saja lakukan kampanye. Walau sebenarnya, apa pun kampanye yang dikerjakannya akan tidak merubah apa pun image umum pada dianya. Anies telah mati gaya. Telah terlanjur dicap Gubernur menang karna SARA.

Terlebih saat ini telah mulai ramai keanehan-keanehan pasangan Anies serta pasangannya Sandiaga Uno berkaitan program-program apa sajakah yang juga akan dikerjakan mereka waktu memimpin Jakarta. Tidak cuma problem program tempat tinggal DP 0%, namun juga berkaitan ribut-ribut tim sinkronisasi, lantas juga mulai ada gosip perombakan direksi BUMD yang juga akan jadi arena bebrapa untuk kue kekuasaan.

Terlebih dulu telah saya tuliskan bagaimana Anies dengan begitu yakinnya juga akan dapat memimpin Jakarta dengan gaya kepemimpinannya sampai kini. Dia juga ogah ikuti gaya kepemimpinan Ahok yang menurut dia tidak dapat merampungkan problem cuma menang serta kalah. Walau sebenarnya, kenyataannya memberi hasil yang begitu mengagumkan.


Hasil yang saya fikir akan tidak usai cuma menanti partisipasi warga, tetapi perlu ketegasan seseorang pemimpin. Hal yang begitu mustahil dikerjakan Anies yang dalam kepemimpinan begitu lemah serta mengharapkan gerakan orang yang lain. Kepemimpinan itu harusnya menggerakan dengan kedisiplinan serta ketegasan, bukanlah dengan retorika serta rangkaian kalimat.

Anies yang tetaplah saja terasa diri terbaik dari Ahok, kembali menyerang serta menyindir Ahok yang disebutnya tidak memahami tentang biaya. Anies mengatakan, banyak masalah Jakarta tidak usai yaitu bukti ketidakmengertian Ahok dalam mengelola biaya.


Tersebut pernyataannya yang saya berharap dapat kita cerna dengan kewarasan..

“Di Jakarta Utara, yang lulus SMA hanya 52 persen dan 48 persen tidak lulus SMA, ini ibukota kok sama kabupaten di pedalaman saja kalah, ” ujar Anies.

“Ini potret (persoalan) di Jakarta, yang dibilang gubernur kemarin mengerti anggaran, padahal tidak memahami,” ujar Anies tanpa menyebut nama siapa gubernur kemarin yang ia maksud.
Anies menuturkan jika seorang gubernur mengerti anggaran, maka sisa anggaran Jakarta yang tidak terserap tidak akan mencapai angka 30 persen dari total anggaran daerah DKI Jakarta sebesar Rp 70 triliun.
“Kalau orang ngerti anggaran, pasti bisa manfaatkan anggaran dengan baik, ” ujar Anies.
Anda dapat mengerti maksud serta jalan fikiran Anies?? Saya terang tidak dapat mengerti tujuannya. Apakah bila masih tetap ada masalah serta persoalan dapat diambil kesimpulan kalau Gubernur tempo hari (Ahok), tidak memahami serta tahu biaya?? Bila demikian dapat fatal pernyataan Anies itu. Kenapa?? Karna persoalan kota itu yaitu satu keniscayaan.

Tak ada kota bahkan juga negara yang saya fikir tidak alami persoalan yang di sampaikan oleh Anies. Problem kemiskinan, pendidikan, dan problem serapan biaya. Terlebih dalam simpulan Anies senantiasa tidak terang apa basic kesuksesan seseorang pemimpin terkecuali dianya. Karenanya, bila di tanya siapa yang menurut dia berhasil, ya beberapa sukai dia saja buat penilaian.

Walau sebenarnya, bila lihat bagaimana Ahok yang efisien jadi Gubernur DKI tidaklah sampai 3 th., perolehan yang dikerjakan Ahok sangatlah berhasil. Belum juga dia mesti bertemu dengan beberapa penggarong APBD di DPRD dan di lingkungan Pemprov DKI.

Bila bicara penyerapan biaya, Ahok begitu terarah (bukti kekuatan biaya) serta tidak ingin ada uang rakyat yang keluar untuk beberapa hal yang tidaklah perlu serta tak ada manfaaatnya. Meskipun demikian, pembangunan begitu terang terpampang jadi buktinya.

Anies terang tidak mengerti biaya karna dia tidak sempat dapat tahu bagaimana kerumitan serta bagaimana melindungi agar biaya tidak disalahgunakan. Biaya mungkin di buat namun bila ada hal yg tidak beres, jadi mesti dihentikan serapannya dari pada disalahgunakan. Bukanlah dalam pemikiran picik untuk penyerapan 100 % semuanya di keluarkan walau sebagian project siluman.

Sesungguhnya, bila Anies memahami, seperti yang telah saya berikan terlebih dulu., akan tidak ada kebocoran APBN 23, 3 triliun di kementerian yang sempat di pimpinnya. Kenyataannya, Anies tidak cuma tidak memahami biaya, tetapi mungkin ada dana sebesar itu yang bocor walaupun belum juga dipakai karna berhasil diselamatkan Sri Mulyani.

Jadi, bila memanglah tidak memahami bagaimana membuat biaya serta mengelola biaya tambah baik banyak belajar serta membaca. Janganlah buat rangkuman yang bukanlah di bagiannya, terlebih kenyataan kalau dalam kepemimpinannya ada salah kalkulasi biaya.


Sudahlah Anies, hentikan menyerang Ahok. Bukanlah apa-apa, levelnya dalam soal biaya sangat jauh.



0 komentar:

Posting Komentar

BeritaJakart2017. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

 
close
Poker Online Terbaik Indonesia