Loading...

Rabu, 26 Juli 2017

Kartu Mati Prabowo Untuk Pilpres 2019


Berita - Hingga hari ini, desas desus kalau Prabowo Subianto juga akan kembali maju mencalonkan dianya jadi Presiden Indonesia di arena Penentuan Presiden 2019 masih tetap terdengar marak serta ramai dikabarkan. Tetapi dari semuanya berita yang ada, kelihatannya konfirmasi turut atau tidaknya Prabowo di arena bergengsi ini, masih tetap belum juga terdengar. Partai Gerindra sendiri masih tetap menanti jawaban kesediaan Prabowo untuk diusung kembali di Pilpres 2019 kelak. 

Paska disahkannya Undang-Undang Pemilu, di mana angka ambang batas presiden yaitu tetaplah 20%, memanglah agak menyusahkan Partai Gerindra untuk mengusung jagoannya. Koalisi sebagian partai tidak dapat sekali lagi dijauhi jadi hanya satu jalan keluar untuk menjangkau angka 20% atau mereka cukup duduk manis lihat Jokowi melenggang dengan tenang tanpa ada lawan menuju singgasa di Istana. 

Tetapi, jikalau Partai Gerindra berhasil menyatukan sebagian partai untuk berkoalisi serta berhasil menjangkau ambang batas presiden di angka 20%, saya tidak percaya juga Prabowo juga akan keluar jadi pemenang Pemilu 2019 kelak. Pasalnya, Prabowo sangat banyak mengantongi kartu mati di saku celananya.

Satu diantara kartu mati Prabowo Subianto yaitu Anies Baswedan.

Analisis politik saya mengenai penentuan Anies jadi Calon Gubernur Jakarta awal mulanya diarahkan untuk melengserkan Jokowi serta menjadikah Ahok jadi pintu masuk untuk menggoyang Istana. Bila arena Pilkada Jakarta berhasil jadikan media untuk menggoncang Istana, menglengserkan Presiden kita. berarti sedayung 2 pulau segera terlampaui. 

Hingga di sana, Anies Baswedan, dengan pertolongan Fatwa yang di keluarkan MUI, berhasil singkirkan Ahok. Namun gagasan menggoyang Jokowi, mereka sangat terpaksa mesti gigit jari. Politik senyapnya Jokowi sangat susah untuk ditebak. Jangankan oleh lawan, kawan sendiri saja biasanya salah tebak serta kaget.  

Siapa saja Bandar yang telah mendanai FPI untuk menggerakkan 7 juta massa di tindakan unjuk rasa 212, sekarang ini dalam kondisi rugi besar. Pasalnya, dua momen yang diinginkan dapat melengserkan Jokowi alami kegagalan yang begitu fatal. 

PERTAMA, perhitungan mereka sebenanya yaitu lihat Ahok memenangi Pilkada Jakarta. Ini dapat jadikan argumen yang begitu kuat untuk membuat demo besar-besaran, yang mungkin saja juga akan mendatangkan massa lebih dari 7 juta untuk menuntut pemerintah membatalkan kemenangan Ahok, karna status dia yang waktu itu jadi tersangka masalah penistaan agama. Mungkin saja saja 10 juta umat juga akan membanjiri Jakarta mendemo pemerintah untuk memenjarakan Ahok. Serta kita ketahui, pemerintah waktu itu begitu berdasar pada Undang-Undang pasal 165 atau 165a KUHP di mana hukuman yang dijatuhkan pada ahok yaitu MAKSIMAL 5 tahun penjara, sesaat untuk hentikan seseorang Gubernur, Menteri Dalam Negeri mengacuan pada pasal 83 ayat 1 UU Nomor 23 tahun 2014 mengenai Pemerintahan Daera. Di mana pasal itu menyebutkan kalau mereka yang didakwa lakukan kejahatan yang ancaman hukumannya MINIMAL 5 tahun, lantas juga akan diberhentikan sesaat. 

SIkap ini dibuktikan saat masa cuti Ahok usai serta Ahok kembali menjabat jadi Gubernur Jakarta. Waktu itu begitu marak tuntutan Ahok mesti diberhentikan tanpa ada kesediaan mereka menanti hingga Hakim menjatuhkan hukuman pada Ahok. 

Peluang pertama untuk menggoyang Istana mesti dipending karna nyatanya Ahok kalah di Pilkada!! 

KEDUA, saat Jaksa Penuntut Umum menunutut Ahok 1 tahun penjara dengan 2 tahun masa percobaan, yang berarti, Ahok akan tidak dipenjara serta baru juga akan dipenjara 1 tahun JIKA dalam 2 tahun dia lakukan kekeliruan yang serupa yakni, menistakan agama. Sesaat tuntutan 7 juta massa yaitu MENUNTUT AHOK UNTUK DIPENJARA, berapapun lamanya, yang tentu Ahok mesti di penjara. 


Kenyataan Hakim mengambil keputusan hukuman untuk Ahok sepanjang 2 tahun penjara, seperti satu jawaban atas do’a,

Awalannya putusan hakim ini begitu mengagetkan saya. Namun lalu saya lihat, karna putusan Hakim yang memenjarakan Ahok, jadi mereka kehilangan sekali lagi peluang untuk menggerakkan massa menuntut Hakim memenjarakan Ahok. Lah, Ahok memanglah diputus hukuman 2 tahun penjara! 

Keinginan paling akhir mereka yaitu, Ahok memajukan banding serta banding Ahok buat dia dibebaskan atau Hakim mengubah ketentuan seperti yang dituntutkan oleh Jaksa. Serta saat Ahok membatalkan gagasan bandingnya dia, bebrapa sekali lagi celah mereka untuk menggotang Istana tidak berhasil keseluruhan. Argumen Ahok sederhana, Ahok cemas hukuman dia juga akan jadi lebih lama. 

Peluang ke-2 untuk menggoyang Istana punah telah. Mereka mesti lihat fakta kalau Anies Baswedan memenangi Pilkada. Arena Pilkada jadikan Anies sebagain pemenang dengan aroma pecundang. 

Prabowo Sesungguhnya Telah K. O. 

Satu diantara tuntutan yang diserahkan pada orang Presiden yaitu ketajaman instinct dia dalam soal pilih beberapa orang yang pas untuk jadi kaki-tangannya. Terlebih saat ini rakyat telah disuguhi pertunjukan akrobat menteri-menteri yang ditunjuk Jokowi, dapat buat kita berdecak mengagumi akan. Sederet beberapa orang profesional berhasil menggeber pembangunan Indonesia pada saat 3 tahun pertama. Susi Pudjiastuti, Sri Mulyani, Basuki Hadimulyono, Arcandra Tahar, Retno Marsudi, Rini Soemarno, Ignasius Jonan, Tito Karnavoan, Gatot Nurmantyo, bahkan juga yang paling baru Heru Budi Hartono, yaitu beberapa nama yang kita kenal jadi petinggi yang berani, pekerja keras, tidak dapat dibeli serta dibawa kompromi. 

Prabowo jadi decision maker atas penunjukkan Anies Baswedan jadi Calon Gubernur Jakarta yaitu ujian yang perlu berhasil dia tunjukkan kalau dia ahli pilih orang yang pas serta dapat bekerja cepat! Sayangnya, latar belakang Anies Baswedan yang tidak berhasil jadi Menteri Pendidikan telah diabaikan. Mengapa? Karna Prabowo memanglah tidak mempersiapkan Anies untuk memenangi Pilkada Jakarta. 

Bila Prabowo serius mempersiapkan Anies jadi Gubernur Jakarta, semestinya dia dapat memberi input atau bahkan juga menghindar Anies untuk mengkampanyekan program-program yg tidak masuk akal. Tindakan kampanye ayat serta mayat lebih diutamakan jadi bekal serta modal yang disediakan untuk jadi landasan tindakan unjuk rasa yang lebih dahsyat dari tindakan 212 JIKA AHOK MEMENANGKAN PILKADA. Maksud menggoyang Istana serta mengusir Jokowi keluar dari Istana pastinya ada dimuka mata. 

Prabowo terbuai dengan kepiawai Anies Baswedan mencegah kampanye hitam yang dia lancarkan pada Jokowi di Pilpres 2014. Serta perkiraan dia, Anies kalah di arena PIlkada Jakarta, jadi Anies juga akan ditampilkan jadi ujung tombak tim berhasil dia di Pilpres 2019. Mulut manis Anies juga akan begitu lancar menghujat Jokowi dengan judul “Pelindung Penista Agama”.

Berarti, kemenangan Ahok di Pilkada Jakarta 2017 juga akan jadi kekalahan telak Jokowi di Pilpres 2019. Jokowi juga akan dituduh sudah membuat perlindungan si penista agama, Jokowi juga akan dengan gampang terserang dari bagian Agama karna Ahok yang dilihat kafir, dilewatkan jadi pemimpin orang-orang yang sebagian besar muslim. Gosip PKI juga akan mengumandang keras di jagat Indonesia. Gosip keberpihakan Jokowi pada Cina dengan enteng dapat diangkat ke awang-awang.

Saat ini semua kenyataan terbalik. Ahok telah masuk penjara sesuai sama tuntutan mereka, Ini jadi bukti kalau Jokowi tidak sempat membuat perlindungan si penista agama. Di bagian beda, Anies Baswedan sudah memenangi Pilkada Jakarta. Dia dituntut mesti dapat menunjukkan presitasinya untuk 2 tahun ke depan hingga Pilpres 2019 jadi bukti kalau Prabowo tidak salah tunjuk orang. 

Bila Anies Baswedan tidak berhasil memimpin Jakarta, berarti Prabowo tidak miliki kekuatan untuk mendemonstarsikan “The right man on the right place”. Prabowo telah menghadirkan pada warga Jakarta seseorang yang tidak berhasil. INI MENJADI KARTU MATI UNTUK PRABOWO DI AJANG PILPRES NANTI.

Bila Prabowo memenangi Pilpres 2019, dapat terbayang deretan kabinet dia bakal jadi apa serta di isi oleh beberapa orang yang bagaimana dari partai apa??? Bila pilih calon gubernur ibu kota negara saja dapat salah keseluruhan!!


WWW.BERITAJAKARTA2017.TK | Berita Terupdate - Info Menarik - Info Terupdate

0 komentar:

Posting Komentar

BeritaJakart2017. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

 
close
Poker Online Terbaik Indonesia