Loading...

Sabtu, 29 Juli 2017

Hanya Bpak Jokowi Bisa Bikin BBM Satu Harga


Berita - Kesel juga bila tiap-tiap kesuksesan Presiden Jokowi disikapi sinis oleh beberapa haternya. Ada saja argumen yang di buat untuk mengungkap bila perolehan yang telah dikerjakan Jokowi bukanlah murni hasil jerih-payah Jokowi. Pernyataan-pernyataan itu sudah pasti menyebalkan. Bahkan juga, sekelas Wakil Ketua DPR-RI seperti Fadli Zon juga sering kali mengungkap bila yang dikerjakan oleh Jokowi cuma pencitraan saja. 

Walau rasa jengkel kerapkali berkunjung, bukanlah bermakna pekerjaan mesti berhenti. Biarlah anjing mengonggong, kafilah berlalu. Masa bodoh pada ingin katakan apa. Yang perlu pembangunan mesti jalan, tidak bisa ada sekali lagi yang mangkrak. Biarlah orang-orang yang menilainya. Pada akhirnya, ada satu rangkuman, nyinyir tanda tidak dapat. 

Baik, daripada ngomongin yang senantiasa nyinyir, mari ungkap kembali kesuksesan Presiden Jokowi yang seringkali disebut Ndeso ini. Dari demikian banyak kesuksesan Jokowi, ada satu yang susah untuk diklaim pihak manapun bila kesuksesan itu bukanlah murni dikerjakan Jokowi. BBM satu harga yang digejot oleh Jokowi mulai sejak pertengahan 2016 lantas adalah murni hasil kemampuan Jokowi. Bahkan juga Jokowi-lah hanya satu Presiden yang berhasil mengerjakannya dalam perjalanan histori bangsa Indonesia.

21 Titik

Dari banyak daerah pedalaman yang juga akan selekasnya rasakan BBM satu harga, Kecamatan Melonguane, Pulau Karakelang, Kabupaten Kepulauan Talaud, Propinsi Sulawesi Utara adalah daerah yang barus saja resmi merasakannya. Hal tersebut diikuti dengan diresmikannya SPBU Kompak 76. 95805 oleh Pertamina serta Kementerian ESDM. 

S/d Juni 2017, dengan nasional Pertamina sudah mewujudkan pengoperasian instansi penyalur BBM Satu Harga sejumlah 21 titik di beberapa daerah Paling depan, Terluar serta Ketinggalan atau 3T. Untuk Sulawesi, keseluruhannya juga akan ada 13 SPBU Kompak yang disebut sisi dari Program BBM Satu Harga serta diinginkan bisa beroperasi semuanya dalam dua th. kedepan. SPBU Kompak di Melonguane ini yaitu SPBU Kompak ke dua yang sudah beroperasi dari 13 yang direncanakan. 

Sepintas mengenai SPBU Kompak, SPBU ini yaitu instansi yang dibangun Pertamina bekerja serupa dengan partner untuk penuhi keperluan BBM di satu ruang atau lokasi yang belum juga layak dibuat SPBU Reguler atau belumlah ada penyalur beda atau daerah pedalaman atau pulau yang tempatnya terpisah dengan Terminal BBM. 

Dengan terdapatnya SPBU Kompak ini, saat ini orang-orang Kepulauan Talaud terutama di Pulau Karakelang bisa beli product Premium dengan harga Rp 6. 450 per liter, product Pertalite seharga Rp 7. 500 per liter, serta product Solar seharga Rp 5. 150 per liter. Sebelumnya SPBU kompak ini dibangun, harga BBM di tingkat pengecer rata-rata sekitar pada Rp. 10. 000 sampai Rp. 11. 000 per liter.

Papua Terbanyak

Program BBM Satu Harga dengan slogan “Energi Berkeadilan” ini dari 148 tempat di semua Indonesia, 33 tempat salah satunya ada di Papua serta Papua Barat. Dari 33 tempat di Papua itu, sembilan salah satunya telah nikmati BBM Satu Harga. Harga BBM disana yang awalannya dapat menjangkau Rp 100. 000 per liter. 

Dengan kebijakan ini, jadi BBM satu harga di propinsi Papua serta Papua Barat saat ini telah siap diwujudkan dengan harga jual premium Rp 6. 450 per liter serta solar Rp 5. 150 per liter. Harga itu bukan sekedar di SPBU, namun juga di titik serah terima yang lebih rendah seperti di tingkat penyalur atau Agen Premium & Minyak Solar (APMS). 

Untuk th. 2017 ditargetkan ada 54 instansi penyalur yang usai dibuat. Dari tujuan itu, sekarang ini sudah beroperasi 10 penyalur yakni di Propinsi Sumatera Utara (Kab. Nias Selatan), Sumatera Barat (Kab. Kepulauan Mentawai), Jawa Tengah (Kab. Jepara), Jawa Timur (Kab. Sumenep), Nusa Tenggara Barat (Kab. Sumbawa), Nusa Tenggara Timur (Kab. Sumba Timur), Sulawesi Tenggara (Kab. Wakatobi), Kalimantan Timur (Kab. Mahakam Hulu), Papua Barat (Kab. Sorong Selatan) serta Maluku Utara (Kab. Pulau Morotai).

Kendala di Lapangan

Aplikasi dengan bertahap program BBM Satu Harga ini bukanlah tanpa ada masalah. Tantangan yang berada di depan mata berkaitan pendistribusian, lokasi yang jauh serta mengkonsumsi yang sedikit. Pulau yang kecil-kecil serta begitu jauh dari jangkauan yaitu masalah yang cukup rumit hingga memerlukan saat untuk membuat. 

Meski sekian, pembangunan tetaplah jalan. Sebab, sesuai sama arahan Jokowi, Kebijakan BBM Satu Harga ini nanti dapat menolong menumbuhkan ekonomi serta melakukan perbaikan kesejahteraan orang-orang. Karna terang cost transportasi semakin lebih murah, cost logistik semakin lebih murah, hingga harga akan dapat di turunkan. 

Kurangnya infrastruktur menuju daerah tujuan menyebabkan Pertamina mesti memakai beragam moda transportasi untuk mencapai beberapa daerah terpencil, dari mulai truk tangki, kapal tanker, kapal kecil, sampai pesawat. Mengakibatkan cost distribusi BBM yang dijamin Pertamina jadi mahal sekali. Untuk kirim BBM ke 10 kabupaten atau kota dengan volume semasing 30 Kiloliter (KL) saat ini saja Pertamina telah nombok Rp 800 miliar per th.. 

Nah, untuk th. ini, Pertamina ditugaskan masuk sekali lagi ke 54 kabupaten atau kota. Pertamina telah mempersiapkan dana sebesar Rp 5 triliun untuk ‘subsidi’ Program BBM Satu Harga. Ini dana dari kas Pertamina sendiri, tidak dari APBN. Dari Rp 5 triliun itu, untuk 10 daerah yang telah nikmati BBM Satu Harga saja telah habis lebih dari Rp 1 triliun. Sebab, mengkonsumsi BBM di beberapa daerah terpencil itu bertambah nyaris 2 x lipat, Pertamina jadi mesti seringkali kirim BBM. “Ini fakta. 

Walau sekian, ada banyak daerah yang tidaklah terlalu susah dijangkau. Untuk pengiriman ke beberapa daerah diluar Papua serta Kalimantan Utara relatif lebih gampang, tidak butuh gunakan pesawat. Di banyak daerah masih tetap dapat dijangkau lewat darat atau laut. Karena itu untuk mensupport program ini Pertamina memohon pemerintah pusat serta daerah menolong percepat BBM Satu Harga lewat pembangunan infrastruktur.

Positif Bagi Perekonomian

Walau menggerogoti laba Pertamina, Program BBM Satu Harga juga akan tetaplah diteruskan karna efeknya begitu positif untuk perekonomian orang-orang di daerah terpencil. Di pedalaman Papua dahulu mengkonsumsi BBM kecil, saat ini ekonomi disana bergerak. Di banding terlebih dulu, omzet telah naik 2 x lipat. Hal semacam ini jadi jawaban yang sampai kini keluar dengan pertanyaan, kenapa perkembangan ekonomi disana terlebih dulu rendah, karna supply daya belum juga maksimal di terima. 

Di banyak daerah seperti di daerah Papua, Kalimantan Utara, Aceh, NTT, Maluku dan Kepualau Riau, umpamanya di Anambas, sekarang ini sudah direncanakan untuk dibuat instansi penyalur. Progresnya sekarang ini tengah dikerjakan survey moda angkutan serta sudah ada calon investornya. Dengan hal tersebut, dibutuhkan kerja serupa yang solid dari semua pihak yang ikut serta. 

Sebeneranya, sampai kini pemerintah sebelumnya Jokowi mungkin buat kebijakan BBM Satu Harga. Tetapi tampak sedikit susah. Sebab, sangat banyak mafia migas yang kuasai jalur distribusi BBM. Mungkin saja orang-orang masih tetap ingat begitu mafia kuasai jalur migas. Harusnya Pemerintah dapat membelinya segera ke pedagang tanpa ada mesti lewat PT Pertamina Energy Trading Ltd atau Petral. 

Sesudah Petral dibubarkan, juga kebijakan beda dengan mencabut subsidi, saat ini BBM dapat satu harga. Terang ini jadi hadiah terindah dari Jokowi buat rakyatnya. Pertanyaannya, kok dahulu tidak dapat ya? Masih tetap ingin nyinyir ini bukanlah hasil kemampuan Jokowi? Ah…. sudahlah.



WWW.BERITAJAKARTA2017.TK | Berita Terupdate - Info Menarik - Info Terupdate

0 komentar:

Posting Komentar

BeritaJakart2017. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

 
close
Poker Online Terbaik Indonesia