Loading...

Jumat, 14 Juli 2017

Benarkah Pak Anies Mengalami Gangguan Jiwa?

Benarkah Pak Anies Mengalami Gangguan Jiwa?

Berita - Mesti disadari, pamor pemenang Pilkada DKI Jakarta, Anies Baswedan, didunia dalam berita memanglah kalah jauh dibanding Sang Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab. Untuk pembaca setia BeritaJakarta.tk tentu mafhum saat nyaris semuanya kanal dikangkangi oleh kabar berita mengenai Habib Rizieq yang mengakui tidak kafir (baca : kangen Firza). Kok dapat ya, seseorang Imam Besar agama paling besar di Indonesia kabarnya demikian masif sampai popularitasnya menaklukkan ketenaran dukun cabul yang paling cabul?

Tidak perlu heran bila popularitas Anies Baswedan kini seolah tenggelam. Supaya pembaca ada selingan dan tidak bosan membaca berita Rizieq yang tak kunjung pulang maka saya sengaja menyodorkan tulisan berjudul “Benarkah Pak Anies Alami Gangguan Jiwa?” Tanpa bermaksud memberi jawaban yang tuntas, saya sebenarnya malah ingin memberi perhatian kepada Sang Gubernur Terpilih. Nah, benarkah Gubernur Terpilih DKI ini kini berubah?

Konon para wartawan dibuat terheran-heran. Beda banget antara dulu dan sekarang. Pada waktu kampanye Anies hampir selalu bermuka manis. Jarang-jarang bermuka dua, muka manis dan asam sekaligus. Jarang sekali seperti itu. Ia juga sangat kooperatif dan suka menjawab semua pertanyaan wartawan tanpa terkesan ada tekanan. Eh, setelah menjadi Gubernur Terpilih kok kata wartawan pelit sekali menjawab pertanyaan. Ada apa dengan Anies Baswedan?

Pertanyaan kepada pasangan Sandiaga ini pantas mengemuka. Mengapa setelah ditetapkan sebagai pemenang dalam Pilkada DKI Jakarta justru tidak lagi sekooperatif dulu dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dari wartawan?

Tentu pembaca masih ingat saat-saat kampanye dulu. Kartu Jakarta Pintar yang sudah jelas sangat membantu warga Jakarta saja masih ditambah plus dengan penjelasan berbusa-busa tentang plusnya itu. Kini, pasangan Sandi ini, jika mendapat pertanyaan program yang akan dijalankan, ia lebih banyak menjanjikan akan menjawab bila saatnya tiba. Pusing ndak?

ini mengalami gangguan jiwa. Ketika ditanya soal program, misalnya, mantan menteri terpecat Jokowi ini punya jawaban standar kayak rekaman album SBY yang bisa diputar berulang-ulang. Maklum saja karena ia lebih banyak menjanjikan nanti dan nanti saja menjawabnya.

“Pak, di dalam program 100 hari pasca-dilantik, program apa yang akan bapak utamakan?”, tanya seorang Wartawan di Jalan Sawahlunto, Pasar Manggis, Jakarta Selatan, Minggu (7/5/2017).

“Nanti kita akan umumkan ya. Tunggu waktunya tiba”, jawab Anies.
Kata ‘nanti’ dan kalimat ‘tunggu waktunya tiba’ benar-benar disukai pemenang bakal calon sementara presiden versi konvensi Partai Demokrat 2014 yang lalu. Entah ada apa dengan Anies Baswedan.

Sikap yang berbeda benar-benar diperagakan oleh si penebar janji manis ini. Ketika masih berkampanye suka sekali nongol di layar kaca, sekarang kok kurang getol tampil di tivi. Apa ini disengaja oleh pemilik media? Mungkin saja, karena hanya Tuhan dan pemilik media yang tahu.

Harus diakui pemberitaan soal Anies memang lagi sepi. Para pendukung Anies bisa kok menyalahkan kasus Rizieq yang lebih digemari publik. Namun sebelum keburu nyalahin kasus ulama besar, mungkin saja para kuli tuts dan kuota malas juga lho, kalau mau memberitakan Anies. Mengingat begitu pelitnya mantan rektor Paramadina ini menjawab pertanyaan wartawan. Ketika ditanya KOMPAS.com soal reklamasi di Teluk Jakarta, misalnya, Anies tidak ingin membicarakan hingga resmi menjabat per Oktober 2017 mendatang.

“Berpuasa, sudah cukup, wong enggak bisa bertugas sampai Oktober kok,” kata Anies, kepada para wartawan di Mandarin Oriental, Jakarta, Rabu (24/5/2017).

Benar-benar pelit, bukan? Padahal jawaban atas pertanyaan tersebut tentu ditunggu-tunggu. Ini sesuai janji manis pada kampanye Pilkada DKI 2017 yang lalu. Anies berjanji akan menghentikan proyek reklamasi di Teluk Jakarta jika terpilih.

Pasca terpilih, Anies memang menegaskan bahwa dirinya masih berkomitmen pada janjinya tersebut. Tentu hal ini harus dipantau oleh media, mengingat soal reklamasi bukan hal sederhana. Perlu ketegasan dan penjelasan yang masuk akal sehat. Bukan penjelasan yang malah bikin geleng-geleng hingga sakit kepala.

“Tapi saya enggak mau menambah wacana, cukup,” ucap Anies.
Yah, kalau Aniesnya seperti itu apa boleh buat. Saya sendiri hampir jehabisan kata-kata. Semoga saja nanti ada gebrakan berarti setelah Anies dilantik jadi Gubernur. Sekaligus menunjukkan kalau ia saat ini tidak alami gangguan jiwa, seperti disangkakan kepadanya.

0 komentar:

Posting Komentar

BeritaJakart2017. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

 
close
Poker Online Terbaik Indonesia