Loading...

Kamis, 13 Juli 2017

Bang Haji Rhoma Irama, Ahok Bukan Mengaku Bersalah, Tapi Mengalah Demi Kebaikan Negara Ini

Bang Haji Rhoma Irama, Ahok Bukan Mengaku Bersalah, Tapi Mengalah Demi Kebaikan Negara Ini
Rhoma Irama
Berita - telah cabut banding, berarti telah terima putusan hukum serta mengakui bersalah. Mudah-mudahan ini dibarengi semua fans Pak Ahok, supaya kita rukun sekali lagi, guyub sekali lagi, ” tutur bang Haji Rhoma Irama yang putra kesayangannya, Ridho Rhoma, itu saat ini mendekam di bui karena ikut serta masalah narkoba.

Bang Haji Rhoma Irama memohon pada semua beberapa pendukung Ahok supaya legowo serta berbesar hati dan dapat berlaku ksatria seperti pak Ahok yang sudah berbesar hati mengambil keputusan untuk mencabut usaha hukum naik banding serta pilih melakukan kurungan penjara sepanjang dua th..
Bang Haji Rhoma Irama terasa begitu prihatin dengan keadaan bangsa ini yang hampir terpecah karena konflik sepanjang masa Pilkada DKI 2017. Oleh karenanya bang Haji menginginkan merekatkan kembali persatuan serta tali persaudaraan anak bangsa.

Menurut bang Haji Rhoma Irama, Ahok telah cabut usaha banding, jadi dengan hal tersebut berarti Ahok telah terima putusan hukum serta mengakui bersalah. Pertanyaan saya bikin bang Haji, mulai sejak kapan Ahok mengakui bersalah? Kebanyakan orang juga paham perkataan Ahok di Kepulauan Seribu berkaitan surat Al-Maidah 51 itu dipolitisasi demikian rupa agar Anies Baswedan serta Sandiaga Uno dapat menang jadi Gubernur serta Wakil Gubernur DKI.

Ahok serupa sekali tidak lakukan penodaan pada agama Islam, kok bisa-bisanya bang Haji Rhoma Irama mengklaim kalau Ahok telah mengakui bersalah? Itu yang pertama.

Yang ke-2, bang Haji Rhoma Irama mengajak untuk akur sekali lagi, rukun sekali lagi, guyub sekali lagi. Pertanyaan saya bikin bang Haji, yang buat ribut itu siapa? Yang memprovokasi serta memperuncing problem itu siapa? Yang mengerahkan beberapa ribu kaum muslim dari luar Jakarta untuk demo berjilid-jilid di Jakarta itu siapa? Yang mengerahkan massa untuk demo dimuka Pengadilan disetiap sidang Ahok itu siapa?

Setelah itu, siapa yang sampai kini yang intimidasi-intimidasi, yang main ancam tidak mensolatkan jenazah pemilih Ahok, yang mengerahkan massa untuk menempati TPS-TPS dengan dalih Wisata Al-Maidah, yang teriak-teriak Ahok musuh Islam, gantung Ahok, gorok Ahok, bunuh Ahok? Kok kesannya enak benar ya sesudah membuat rusaknya yang kronis, lantas dengan entengnya mengajak rukun sekali lagi, akur kembali, guyub sekali lagi. Benar-benar sangat.

Yang pasti himbauan bang Haji salah alamat. Semestinya bang Haji menghimbau pada beberapa golongan alien bumi datar, bani cingkrang serta golongan sumbu pendek yang tidak suka Ahok 1/2 koit, yang cacat norma dengan menunggangi gosip agama, mentoleransi agitasi, intimidasi, fitnah serta kebencian untuk tercapainya maksud melengserkan Gubernur kafir. Bukanlah jadi demikian sebaliknya menghimbau pada beberapa pendukung Ahok untuk legowo, rukun sekali lagi, akur sekali lagi, guyub sekali lagi.
Ini bukanlah masalah move on atau tidak move on. Tak tahu untuk yang beda, namun saya pribadi menampik himbauan bang Haji Rhoma Irama dengan saya bukanlah pihak yang membuat kegaduhan, kekacauan, keributan serta biang kerok keonaran sepanjang masa pilkada DKI 2017 berjalan.

Diluar itu, saya juga tidak tahu maksud serta arti seruan bang Haji Rhoma Irama serta apa maksudnya. Apakah seruan guyub yang disebut bang Haji Rhoma Irama yaitu pihak yang kalah mesti terima semuanya pelanggaran serta kecurangan sepanjang masa Pilkada DKI 2017?

Apakah seruan guyub yang disebut bang Haji Rhoma Irama yaitu pihak yang kalah mesti terima demikian saja Ahok diseret ke penjara lewat sistem hukum yang dipaksakan oleh beberapa kumpulan Majelis Hakim pemegang kunci kerajaan sorga yang menjatuhkan putusan yg tidak umum di mana vonis yang ditimpakan ke Ahok lebih tinggi dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum?

Apakah seruan guyub yang disebut bang Haji Rhoma Irama yaitu pihak yang kalah mesti legowo serta terima demikian saja perintah penahanan pada Ahok ketika itu juga oleh Majelis Hakim tanpa ada mekanisme “Penetapan Penahanan” sesuai sama UU No. 8 Th. 1981 yang berlaku sah serta mengikat di negeri ini?

Lihatlah tangisan Veronika Tan, bang Haji. Perempuan tegar wajahnya teduh itu pada akhirnya ambruk berderai air mata. Hati saya terbakar amarah. Seumur-umur dalam kehidupan saya baru kesempatan ini saya rasakan kemarahan yang mengagumkan. Perbuatan laknat manusia-manusia yang haus juga akan kekuasaan sudah meninggalkan goresan luka hati seseorang istri yang ditinggal pergi suami yang disayanginya karna mesti dipenjara untuk negara.

Bangsa yang sampai kini saya fikir yaitu bangsa yang berbudi mulia, welas asih serta tepo seliro nyatanya tidak seperti yang saya sangka. Bangsa ini dipenuhi oleh manusia-manusia laknat yang lapar kekuasaan serta tidak miliki empati dan rasa belas kasihan sedikitpun pada sesamanya.

Bang Haji Rhoma Irama, Ahok Bukan Mengaku Bersalah, Tapi Mengalah Demi Kebaikan Negara Ini
Veronica Tan
Meskipun berusaha kuat serta tegar, lihatlah sorot matanya, bang Haji. Ia tidak dapat sembunyikan sorot mata penderitaan serta beban hidup karena perbuatan laknat beberapa oknum politisi yang haus juga akan kekuasaan hingga suami yang disayanginya mesti selesai tragis di penjara.
Apakah saya mesti terima semuanya ketidakadilan ini untuk akur sekali lagi, rukun sekali lagi, guyub sekali lagi? Jawaban saya, tidak.

Salam Hangat BeritaJakarta2017..................

0 komentar:

Posting Komentar

BeritaJakart2017. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

 
close
Poker Online Terbaik Indonesia