Loading...

Selasa, 04 Juli 2017

Anies Kok Jadi “Begini” Ya? Akibat Salah Gaul kah?

Berita -  Sempat dengar narasi atau mungkin saja miliki pengalaman riil dimana seseorang teman dekat yang semula berbadan atletis serta fresh bugar, mendadak jadi kurus kerempeng dengan muka pucat? Tersebut disini pengalaman riil. Berlangsung pada orang teman dekat. Penasaran, jadi mulai lakukan penyelidikan. Akhirnya, nyatanya semua dikarenakan “putauw. ” Walau sebenarnya sebelumnya terbelenggu si “bubuk putih” nan jahat itu, sang teman dekat bukan sekedar fresh bugar dengan perut dambaan yakni 6 pax. Di universitas, prestasinya termasuk ciamik dimana setiap semesteran, IPK nya paling buruk 3. 5. Sang teman dekat juga begitu aktif di organisasi kemahasiswaan jadi salah seseorang anggota Senat Mahasiswa serta jadi kapten tim sepak bola universitas. Hebatnya sekali lagi, bahkan juga di kenal jadi pribadi yang alim serta begitu patuh melaksanakan ibadah. 

Kok dapat ya jadi pecandu narkoba? Basic kepo karna tidak tega, lantas cobalah usut kiri kanan, atas bawah, samping kiri samping kanan. Nyatanya problemnya begitu remeh : “Salah gaul” serta “gengsi” ke”gedean. ” Dikarenakan tidak terima dikata-katain “cemen” serupa rekan-rekan “pengguna, ” pada akhirnya membulatkan tekad untuk beberapa cobalah. Awalannya sich memang hanya “dikit” banget. Eh, lama-lama, “nyandu, ’ serta bahkan juga jadi “sakau” bila tidak “make. ” 
Hari esok yang semula “terang benderang, ” mendadak suram serta gelap. Soalnya tak akan “ngampus” karna mesti mendekam di pusat rehabilitasi ketergantungan “obat-obatan. ” 

Ngomong-ngomong, apa hubungannya dengan Anies sang Gubernur DKI Jakarta dipilih untuk periode 2017-2022? Emangnya Anies “pemake? ” Hussshhhh, ditanggung 1000% Anies bebas dengan kata lain “bersih” dari narkoba. Nah lo, bila gitu kok problem “pemake” dikait-kaitkan dengan Anies? Walaupun dalam konteks serta taraf yang berlainan, fenomena sang teman dekat ini relatif relevan dengan Anies. Begini penjelasannya.

Anies Dulu




Dahulu, ya dahulu, persisnya sebelumnya Pilkada DKI Jakarta 2017, banyak yang mengagumi akan serta bersimpati serupa Anies. Bahkan juga banyak yang hingga nge-fans serupa Anies, terutama beberapa “emak-emak” yang suka “mlototin” tv. Lumrah, terkecuali “keren” ke-arab-araban, dikenal juga smart serta lulusan dari luar negeri sekali lagi dan sempat menjabat jadi Rektor Kampus Paramadian. Makin komplit karna Anies begitu ahli dalam merangkai kata waktu bicara atau berikan “speech. ” Prima telah seseorang Anies jadi satu diantara public profile di Indonesia. Terlebih waktu diangkat Jokowi jadi Menteri Pendidikan serta Kebudayaan. Banyak yang bersukacita. Maklum, dengan latar dunia pendidikan yang mumpuni, banyak yang menilainya kalau Anies begitu pas untuk menempati jabatan itu. Atas kebijakan ini, Jokowi juga memperoleh animo dari pengagum serta beberapa fans Anies.

Saat tak tahu mengapa Jokowi memberhentikan Anies dari jabatan menteri, tidak aneh beberapa orang yang mempertanyakan kebijakan itu. Diluar itu, banyak yang kecewa serta menyalahkan Jokowi. Mereka-mereka ini tetaplah berasumsi kalau Anies hebat. Lantas berkembang isu kalau Jokowi cuma “boneka” dari seseorang “dalang. ” Jokowi lakukan “blunder. ” Serta beda semacamnya serta beda semacamnya.

Itulah sekelumit mengenai cerita Anies di waktu kemarin. Seseorang pribadi bak berlian solitaire 2K yang kilauannya begitu “kinclong” menarik hati.

ANIES SEKARANG


Beda dahulu, beda saat ini. Sekianlah sosok Anies saat ini. Semuanya nampaknya bermula saat Jokowi memberhentikan dianya dari jabatan menteri. Lantas mendadak maju jadi CaGub DKI Jakarta untuk periode 2017-2022. Hebatnya, Anies dapat memberikan keyakinan Prabowo bos Gerindra untuk menukar tempat Sandi. Anies juga jadi CaGub, tengah Sandi mesti “rela” cuma untuk CaWaGub. Pengagum atau fans sejati Anies juga berasumsi hal semacam ini jadi prestasi besar. 

Mereka juga bersama-sama mensupport Anies di PIlkada DKI Jakarta 2017. Nah, sepanjang proses Pilkada DKI Jakarta 2017 s/d penantian dilantik berikut muka asli seseorang Anies terlihat terang, seperti :


  1. Sejatinya, seorang akademisi wajib mengedepankan dan mempertahankan nilai-nilai kejujuran, kebenaran, dan moralitas yang bersifat universal. Sebab nama baik menjadi taruhannya. Di masa Pilkada DKI Jakarta 2017, Anies justru mengabaikan semua ini. Misalnya, tanpa sungkan dan dengan pede tingkat dewa, menjiplak program kerja Cagub petahana. Agar terlihat smart, ia tidak lupa menambahkan kata sakti: “Plus.” Lalu ngaku-ngaku orisinil.Celakanya, setelah terpilih, lewat Tim Sinkronisasi kemudian dengan “enteng” tanpa merasa bersalah, membatalkan salah satu janji kampanyenya. Sebut program  KJP+ yang adalah hasil perkawinan silang antara program KIP dan KJP. Belum dilantik, sudah mulai “mencla-mencle” dan ingkar janji.  Entahlah nasib “janji-janji” lainnya, seperti menghentikan reklamasi, menutup Alexis, atau tidak melakukan penggusuran, dan lain sebagainya. Just wait & see pasca bulan Oktober 2017.Ajaibnya, meski demikian, para pendukung setia selalu memberi 2 jempol. Selidik punya selidik, ternyata mereka-mereka ini adalah penghuni bumi datar dengan sumbu pendek. Jadi, harap maklum;
  2. Untuk mewujudkan ambisi, rupa-rupanya Anies rela dan tega mengHALALkan segala cara. Pertama merapat ke Gerindra dan PKS dan partai pendukung lain. Untuk hal ini masih bisa ditolerir. Mendadak menyambangi markas FPI guna beroleh dukungan. Tidak ketinggalan mencari dukungan dari ormas-ormas sekelas FPI. Padahal jelas-jelas FPI dan kawan-kawan adalah anti Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.Tidak heran selama kampanye, berbagai pendekatan bersifat SARA mencuat ke permukaan. Mulai dari “gerilya masjid,” “spanduk menolak mensholatkan yang mendukung Ahok-Djarot,” dan lain sebagainya dan lain sebagainya;
  3. Belum juga dilantik resmi sebagai Gubernur DKI Jakarta terpilih periode 2017-2022 pada bulan Oktober mendatang, tapi Anies sudah belagak seperti Gubernur sah. Di antaranya, memerintahkan Djarot yang menggantikan Ahok sebagai Gubernur agar menyelesaikan semua pekerjaan di DKI Jakarta sebelum berakhir masa jabatan. Mulai sok-sok atur dan ribut soal password APBD E-Budgeting, dan lain sejenisnya dan lain sejenisnya;
  4. Paling aktual dan faktual, saat Obama memberi speech di Kongres Diaspora Indonesia ke-4 di Kokas, Jakarta Selatan. Sesuai pengakuan Anies, usai acara, segera bergegas menghampiri Obama untuk minta foto bersama. Hebatnya, tidak hanya sekedar berfoto tapi memberi respon “speech” Obama dengan memberi beberapa catatan terkait tentang toleransi dan keadilan di DKI Jakarta secara khusus, Indonesia secara umum.Lupakah Anies dengan apa yang ia besama Sandi dan Timses lakukan saat kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017? Mendadak terkena “amnesia” kah Anies? Sadarkah Anies bahwa Obama dan para pemerhati tidak sebodoh yang ia pikirkan? Atau, jangan-jangan Anies merasa hanya dia yang paling pintar, sedang yang lain bodoh semua, termasuk Obama?

Anies Oh Anies, Kok Bisa Ya?


Sejatinya, seseorang akademisi harus memprioritaskan serta menjaga nilai-nilai kejujuran, kebenaran, serta moralitas yang berbentuk universal. Sebab nama baik jadi taruhannya. Di waktu Pilkada DKI Jakarta 2017, Anies malah meremehkan semuanya. Umpamanya, tanpa ada sungkan serta dengan percaya diri tingkat dewa, menjiplak program kerja Cagub petahana. Supaya tampak smart, ia tidak lupa memberikan kata sakti : “Plus. ” Lantas ngaku-ngaku original. Celakanya, sesudah dipilih, lewat Tim Sinkronisasi lalu dengan “enteng” tanpa ada terasa bersalah, membatalkan satu diantara janji kampanyenya. Sebut program KJP+ yang yaitu hasil perkawinan silang pada program KIP serta KJP. Belum juga dilantik, telah mulai “mencla-mencle” serta ingkar janji. Entahlah nasib “janji-janji” yang lain, seperti hentikan reklamasi, tutup Alexis, atau tidak lakukan penggusuran, serta beda sebagainya. Juicet wait & see saat bln. Oktober 2017. Ajaibnya, walau sekian, beberapa pendukung setia senantiasa berikan 2 jempol. Selidik miliki selidik, nyatanya mereka-mereka ini yaitu penghuni bumi datar dengan sumbu pendek. Jadi, berharap maklum ;



Untuk wujudkan ambisi, rupa-rupanya Anies ikhlas serta tega mengHALALkan semua langkah. Pertama merapat ke Gerindra serta PKS serta partai pendukung beda. Untuk hal semacam ini masih tetap dapat ditolerir. Mendadak menyambangi markas FPI manfaat mendapatkan support. Tidak ketinggal mencari support dari ormas-ormas sekelas FPI. Walau sebenarnya beberapa terang FPI serta kawan-kawan yaitu anti Pancasila serta Bhineka Tunggal Ika. Tidaklah heran sepanjang kampanye, beragam pendekatan berbentuk SARA mencuat ke permukaan. Dari mulai “gerilya masjid, ” “spanduk menampik mensholatkan yang mensupport Ahok-Djarot, ” serta beda sebagainya serta beda sebagainya ;


Belum dilantik resmi jadi Gubernur DKI Jakarta dipilih periode 2017-2022 pada bln. Oktober yang akan datang, namun Anies telah belagak seperti Gubernur sah. Salah satunya, memerintahkan Djarot yang menukar Ahok jadi Gubernur supaya merampungkan semuanya pekerjaan di DKI Jakarta sebelumnya selesai waktu jabatan. Mulai sok-sok atur serta ribut masalah password APBD E-Budgeting, serta beda semacamnya serta beda semacamnya ;


Paling aktual serta faktual, waktu Obama berikan speech di Kongres Diaspora Indonesia ke-4 di Kokas, Jakarta Selatan. Sesuai sama pernyataan Anies, selesai acara, selekasnya bergegas hampiri Obama untuk minta photo dengan. Hebatnya, bukan sekedar sebatas berfoto namun berikan tanggapan “speech” Obama dengan berikan sebagian catatan berkaitan mengenai toleransi serta keadilan di DKI Jakarta dengan spesial, Indonesia pada umumnya. Lupakah Anies dengan apa yang ia besama Sandi serta Timses kerjakan waktu kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017? Mendadak terserang “amnesia” kah Anies? Sadarkah Anies kalau Obama serta beberapa pemerhati tidak sebodoh yang ia fikirkan? Atau, bebrapa janganlah Anies terasa cuma dia yang paling pandai, tengah yang beda bodoh semuanya, termasuk juga Obama?

Salam Hangat BeritaJakarta2017................

0 komentar:

Posting Komentar

BeritaJakart2017. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

 
close
Poker Online Terbaik Indonesia