Loading...

Minggu, 18 Juni 2017

Mulai Berani Bermain Api, Anies Kembali Menyindir Ahok Dengan Kata - kata Pedas

Mulai Berani Bermain Api, Anies Kembali Menyindir Ahok Dengan Kata - kata  Pedas

Berita - Dari pertama orang mungkin saja menilainya Anies yaitu orang yang santun serta pandai, begitu bertolak belakang dengan Ahok yang tampak temperamental, style bicara yang ceplas-ceplos. Tetapi saya percaya makin lama, beberapa orang mau memiliki pendapat demikian sebaliknya. Di balik perkataannya yang santun, satu waktu nyatanya dapat jadi toksin. Saat diberitahu kekeliruannya dengan segera, untuk seorang ini jauh tambah baik di banding disinggung dengan bhs yang santun tetapi begitu menusuk ulu hati, terlebih dengan menyindir dimuka umum. Demikian yang tengah menerpa Ahok. 

Sesudah diputuskan jadi pemenang Pilkada, Anies makin tampak kepongahannya. Tidak sangsi lagi dia menyindir serta mengkritik kebijakan Ahok-Djarot. Terlebih dulu, dengan style memerintah, Anies menyuruh Djarot menyelesaikan janji-janji Jokowi-Ahok. Mentang-mentang sebentar lagi jadi gubernur, Anies tidak sangsi lagi sok mengajari Ahok dalam mengelola RT/RW. Tidak sangsi lagi dia menuduh sampai kini Ahok sudah melemahkan serta memusuhi RT/RW. 

Gubernur DKI Jakarta dipilih Anies Baswedan berjanji untuk memberdayakan pegurus RT/RW bila sudah dilantik serta menjabat jadi Gubernur DKI Jakarta. 

Anies menilainya, sampai kini pengurus RT/RW dipandang sumber problem, bahkan juga condong dipandang sepele. 

Walau sebenarnya, lanjut Anies, pengurus RT/RW adalah ujung tombak pemerintahan dalam tingkatan “akar rumput”. 

“Pemda DKI bekerja serupa erat dengan pengurus RT/RW di manapun. Dari pertama kami berasa aneh bila RT/RW dilemahkan terlebih dimusuhin karna RT/RW jadi ujung tombak didalam pembangunan, ” tutur Anies waktu menghadiri milad Komunitas RT/RW di Jakarta Utara, Sabtu (17/6/2017). 

Anies menyebutkan, ia juga menginginkan membalikan label yang didapatkan pihak-pihak spesifik kalau pengurus RT/RW dipandang cuma untuk sumber problem. 

Ia berjanji mau bekerja serupa dengan komunitas itu dalam pemerintahannya kelak. 

“Kami menginginkan membalikan opini itu. Bila dahulu dipandang RT/RW problem, ngerepotin, sumber problem, tukang palak, itu label yang ditempelkan pada ayah ibu. Ayah ibu miliki tanggung jawab membalikan itu bukanlah dengan kalimat namun dengan perbuatan, ” tutur Anies. 

“Pemda DKI serta RT/RW mari bekerja serupa. Kita tunjukkan kalau RT/RW yaitu garis depan untuk memberi jalan keluar, ” tutur Anies. 

Terlebih dulu, jalinan Komunitas RT/RW pernah memanas waktu pemerintahan bekas Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama. 

Pengurus RT/RW berasa terhina karna diharuskan untuk isi laporan memakai aplikasi aduan “Qlue”. 

Belum juga apa-apa Anies telah berasa paling tahu didalam mengelola RT/RW. Walau sebenarnya, Ahok tengah lakukan pergantian di RT/RW supaya dapat ikuti standard kerja Ahok yang tinggi. Ahok tidak enggan untuk menggaji RT/RW setara UMP bila memanglah ketua RT/RW ingin memberikan laporan hasil kerjanya lewat aplikasi “Qlue”. Ahok tengah membelajarkan RT/RW bagaimana memberi peran yang riil untuk Jakarta. 

Saya rasa cuma di Jakarta ketua RT/RW digaji hmpir setara UMP. Walau sebenarnya di tempat beda, ketua RT/RW bekerja dengan suka-rela. Saat ketua RT/RW di Jakarta menampik tuntutan Ahok untuk memberikan laporan kemampuan dengan aplikasi aduan “Qlue”, semestinya mereka juga tidak menuntut upah. Pasalnya, menggaji RT/RW tidak diperbolehkan memakai APBD. Hingga untuk memberi upah ke RT/RW dari APBD, Ahok menginginkan buat RT/RW seperti pegawai Pemprov DKI serta berkewajiban memberikan laporan kemampuan dengan aplikasi aduan “Qlue” hingga Ahok dapat memberi upah ke RT/RW. 

Namun ya sudahlah. Anies memanglah cuma tengah mencari celah supaya dianya dapat keluar dari bayang-bayang Ahok. Anies mencari kebijakan Ahok yang diprotes warga, serta lalu bak seseorang pahlawan, Anies sok tawarkan jalan keluar dan mengkritik habis kebijakan Ahok. Anies bertandingk paling tahu dengan tawarkan jalan keluar. Walau sebenarnya, Anies belum juga memiliki pengalaman, tetapi telah berasa lebih tahu di banding Ahok. 

Saya percaya, sebentar lagi Anies mau sok jadi pahlawan untuk grup orang-orang yang sampai kini tidak setuju dengan kebijakan Ahok. Anies mau merangkul grup orang-orang itu, bertandingk jadi pahlawan serta tawarkan jalan keluar, dan mengkritik Ahok habis-habisan. Maksudnya cuma satu, Anies tengah mencari support dan supaya dapat keluar dari bayang-bayang Ahok. Harus, Anies selalu dibanding-bandingkan dengan Ahok, terutama bila nantu tidak dapat bekerja sebagus Ahok. 

Bila Anies seseorang yang menawan, semestinya dia bukan sekedar pintar mengkritik kebijakan-kebijakan Ahok, namun mesti berani juga memberikan pujian pada kerja hasil Ahok yang mengagumkan. Belum juga sempat saya mendengar Anies memberikan pujian pada kemampuan Ahok. Anies seakan tutup mata serta cuma berani bermain di bebrapa lokasi di mana kebijakan Ahok buat beberapa grup orang-orang kecewa. 

Saya mengira cerita Anies selalu sesuai sama itu untuk menjatuhkan citra Ahok. Pasalnya, langkah untuk keluar dari bayang-bayang Ahok yaitu dengan langkah bekerja lebih hebat dari Ahok, atau jadi memperburuk citra Ahok. Peluang karna Anies tidak dapat bekerja sebagus Ahok, pada akhirnya dia pilih pilihan yang ke-2 supaya dianya keluar dari bayang-bayang Ahok.


Salam Hangat BeritaJakarta2017..............

0 komentar:

Posting Komentar

BeritaJakart2017. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

 
close
Poker Online Terbaik Indonesia