Loading...

Rabu, 21 Juni 2017

Jokowi Merasa Dijebak Pengacara Rizieq, Sandiaga Uno Mengaitkan Kasusnya Dengan Ahok

 Jokowi Merasa Dijebak Pengacara Rizieq, Sandiaga Uno Mengaitkan Kasusnya Dengan Ahok
Rizieq Shihab yang terkena kasus penyebaran konten pornografi
Berita - Pengacara Rizieq Shihab ini memanglah mengagumkan. Mengagumkan pintarnya juga mengagumkan liciknya. Bagaimana tidak licik untuk memperoleh SP3 masalah pornografi yang melibatkan clientnya Rizieq Shihab, pengacara ini memakai beragam langkah walaupun juga mesti menjebak Presiden Jokowi sekali juga. 

Cobalah cermati pernyataan dari pengacara Rizieq yang bernama Kapitra Ampera ini yang menyebutkan kalau Presiden Jokowi menyongsong positif untuk hentikan kegaduhan akibatnya karena penetapan Rizieq shihab jadi tersangka masalah penebaran content pornografi yang melibatkan Firza Husein itu. 
“Kayaknya (tanggapan) Presiden positif karna beliau inginkan untuk selekasnya hentikan kegaduhan ini dengan lakukan rekonsiliasi serta hentikan kriminalisasi beberapa ulama, ” kata Kapitra lewat pesan singkat pada detikcom, Selasa (20/6/2017). 

Kapitra menyebutkan kalau Presiden Jokowi inginkan segara hentikan kegaduhan ini yang dalam arti hentikan masalah pornografi Rizieq Shihab dan lakukan rekonsialiasi serta hentikan kriminalisasi beberapa ulama. 

Saksikan kalimat yang saya bikin tidak tipis itu? Kata sepertinya, berarti kalau itu cuma perkiraan dari Kapitra saja. Karna belum juga pasti Presiden Jokowi menginginkan sekian. Serta untuk hentikan kegaduhan yang diakibatkan oleh Rizieq Shihab juga tidaklah perlu keluarkan SP3, cukup Rizieq Shihab penuhi panggilan polisi serta merampungkan kasusnya sesuai sama hukum yang berlaku serta tidaklah perlu mengerahkan massa membuat perlindungan dianya maupun mengintimidasi supaya kasusnya selekasnya dihentikan oleh polisi. 

Saksikan pernyataan Kapitra pada kalimat hentikan kriminalisasi beberapa ulama. Jelas-jelas masalah yang menerpa Rizieq Shihab tidaklah masalah kriminalisasi ulama seperti yang dinyatakan Komnas HAM. Namun Kapitra tetaplah saja menyebutkan kalau masalah yang menerpa Rizieq yaitu kriminalisasi ulama. 

Mengapa pernyataan Kapitra ini dapat menjebak Presiden Jokowi? Ada 2 peluang yang juga akan berlangsung atas permintaan pengacara Rizieq pada Presiden Jokowi untuk hentikan masalah Rizieq ini. Di terima atau tidak diterima oleh Presiden Jokowi. 

Bila Presiden Jokowi terima permintaan pengacara Rizieq, jadi Presiden Jokowi bisa dituduh mengintervensi hukum serta dinyatakan tidak mematuhi konstitusi. Lihat pernyataan dari Kapitra diatas yang menyebutkan kalau Presiden menyongsong positif untuk hentikan kegaduhan ini pasti itu adalah persepsi dari Kapitra sendiri serta itu memanglah yang diinginkan oleh Kapitra serta Kapitra seolah-olah menyebutkan kalau Presiden menyepakati keinginan dari Rizieq untuk hentikan kasusnya. Walau sebenarnya pengacara Rizieq belum juga sempat bicara dengan segera face to face dengan Presiden, bagaimana Kapitra tahu kalau Presiden menyongsong positif permintaannya? 

Apabila Presiden Jokowi menampik untuk mengintervensi masalah Rizieq ini, jadi Presiden Jokowi juga akan dituduh ikut serta mengkrimalisasi ulama. Serta pasti dampaknya juga akan ada demo yang berjilid-jilid sekali lagi yang menginginkan Jokowi lengser ke prabon. Tuduhannya pasti berat. Presiden juga akan dituduh anti Islam, karna sudah mengkrimalisasi ulama. 
Lihatkan begitu sulitnya Presiden memutuskan ini, yang mana juga yang juga akan diambil oleh Presiden Jokowi juga akan ada konsekuensinya.


 Jokowi Merasa Dijebak Pengacara Rizieq, Sandiaga Uno Mengaitkan Kasusnya Dengan Ahok
Sandiaga Uno yang menjadi saksi kasus penggelapan penjualan tanah
Curug, Tangerang
Berlainan dengan pengacara Rizieq. beda juga dengan Sandiaga Uno yg tidak penuhi panggilan polisi jadi saksi pada masalah penggelapan jual-beli tanah di Curug, Tangerang. Semestinya Sandiaga Uno mesti penuhi panggilan polisi pada hari Selasa, 20 Juni 2017 namun dengan argumen kalau sekarang ini pengacaranya tengah cuti serta dianya mesti pergi ke Bandung jadi dianya menangguhkan penuhi panggilan polisi itu. 

Bukanlah problem penundaan itu sebagai sorotan saya, namun Sandiaga Uno mengkaitkan masalah yang menimpanya ini dengan Ahok. Serta ini yang buat saya heran, kok dapat masalah penggelapan tanah dikaitkan dengan kekalahan ahok di Pilkada? 

Menurut Sandi, masalah ini berkaitan dengan pertarungan pilkada (pilkada) DKI Jakarta yang telah selesai pada 19 April 2017. “Begitu telah kalah pilkada, tidak dapat terima, pada akhirnya didorong sekali lagi, ” ucapnya. 

Kalimat diatas saya kutip dari Tempo. co yang berisi pernyataan dari Sandiaga Uno. sandiaga Uno menyebutkan kalau karna Ahok kalah di Pilkada serta tidak terima kekalahan itu jadi kasusnya selalu digelindingkan. Sandiaga anda telah minum Aq*a? Kok dapat anda mengkaitkan masalah anda ini dengan kekalahan Ahok? Apa hubungan Ahok dengan kepolisian yang mengatasi perkara anda? Memangnya polisi ada di bawah perintah Ahok? Hingga anda menuduh bawa masalah anda digelindingkan sekali lagi karna Ahok kalah? 

Kita ketahui kalau kepolisian RI tidak bisa ikut serta dalam politik praktis. Serta kepolisian juga tidak perduli siapa yang menang serta siapa yang kalah di Pilkada DKI Jakarta, karna akan tidak punya pengaruh pada kepolisian RI. Karna kepolisian tidak ada di bawah perintah Gubernur. Dari situ saja kita kenali kalau tak ada hubungan pada kekalahan Ahok dengan kepolisian, hingga masalah yang menerpa anda juga tidak terkait dengan kekalahan Ahok di Pilkada. jadi tidaklah perlu anda mengkambing hitamkan Ahok untuk masalah yang menerpa diri anda itu. 

Mengapa jokowi serta Ahok senantiasa jadi tujuan tembak oleh mereka yang tertimpa masalah. Seolah-olah mereka menyalahkan pihak Jokowi serta Ahok atas masalah yang mereka alami. Benar-benar aneh negeri ini. Dia sendiri yang salah, jadi orang yang lain yang disalahkan. 

Sudahlah, ambillah hikmahnya saja…


Salam Hangat BeritaJakarta2017....................

0 komentar:

Posting Komentar

BeritaJakart2017. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

 
close
Poker Online Terbaik Indonesia