Loading...

Kamis, 15 Juni 2017

Buni Yani Terancam 6 Tahun Penjara !

Buni Yani Terancam 6 Tahun Penjara !
Buni Yani

Sesudah kita dipertontonkan sidang Ahok yang sudah jalan hinga berbulan-bulan serta pada akhirnya memperoleh hasil kalau Ahok divonis 2 th.. Dapat disebutkan vonis Ahok dinilai lebih enteng karna untuk masalah yang serupa, Ahok terancam hukuman 5 th.. Tetapi, vonis Ahok dinilai berat karna tuntutan JPU lebih enteng di banding vonis hakim. 

Sebentar lagi, kita bakal lihat hari pembalasan di mana Buni Yani mesti mempertanggungjawabkan perbuatan bodohnya. Buni Yani baru ada dimuka persidangan. Buni Yani sebentar lagi bakal dihadapkan dengan aktivitas yg tidak cuma kuras tenaga serta fikiran, namun juga cost. Terlebih, sesudah diputuskan jadi tersangka, karier Buni Yani dapat disebutkan habis. 

Pengadilan Negeri Bandung pada akhirnya mengadakan persidangan perdana masalah Buni Yani. Persidangan Buni Yani erat hubungannya dengan masalah Ahok, di mana Ahok diseret ke meja hijau sesudah Buni Yani memposting video potongan pidato Ahok di Kepulauan Seribu yang mengutip ayat 51 surat Al Maidah. Sesaat Buni Yani jadi pesakitan di ruangan sidang berkaitan aksinya mengunggah penggalan video pidato Ahok. 

Dalam masalah ini, polisi tidak mempersoalkan content video yang diupload Buni Yani Tetapi caption atau gambaran yang ditulis Buni Yani di akun Facebook-nya dipandang tidak mematuhi Pasal 28 ayat 2, juncto Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 11 Th. 2008 mengenai Info serta Transaksi Elektronik (ITE). 

Sebelumnya jadi pesakitan, Buni Yani pernah menuntut praperadilan, tetapi tidak diterima Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. 

Dalam sidang yang berjalan di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, jaksa Andi M Tema mendakwa Buni Yani tidak mematuhi Pasal 28 ayat 2 serta atau Pasal 32 ayat 1, juncto Pasal 45 ayat 1 UU Info serta Transaksi Elektronik (ITE). 

“Selain itu juga dipakai Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Th. 2008 mengenai Info serta Transaksi Elektronik, juncto Pasal 45a ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Th. 2008 mengenai info serta transaksi elektronik, ” kata Jaksa Andi, Selasa (13/6/2017). 
Dalam salinan Undang-Undang Nomor 11 Th. 2008 tertulis ancaman jeratan Pasal 28 ayat 1 serta 2 yaitu, “Setiap orang yang dengan berniat serta tanpa ada hak mendistribusikan serta/atau mentransmisikan serta/atau buat bisa diaksesnya Info Elektronik serta/atau Dokumen Elektronik yang mempunyai muatan perjudian seperti disebut dalam Pasal 27 ayat (2), dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) th. serta/atau denda paling banyak Rp 1. 000. 000. 000, 00 (satu miliar rupiah), ” bunyi pasal 45 ayat 2 UU ITE. 

Selesai pembacaan berkas dakwaan sejumlah delapan lembar bernomor 674/Pid. sus/2017/PN. Bdg/oleh JPU di ruangan sidang I Kusumah Atmadja, Buni Yani mengakui heran serta tidak bisa mengerti dakwaan jaksa. Dia juga menyebutkan tidak terasa memfitnah Ahok. Sebab, masalah itu sudah usai serta Ahok sudah divonis penjara. 


Hal seirama disibakkan pengacaranya, Aldwin Rahadian. Dia menilainya Pasal 32 itu tidak sempat ada pada kenyataan penyidikan. Buni Yani juga tidak sempat di BAP pasal itu. 

Aldwin menilainya dakwaan jaksa itu juga tidak berdasarkan. Ini karena Buni Yani dijelaskan tidak merubah ataupun mengedit video yang diisi pidato Ahok waktu ada di Pulau Seribu. Terutama hasil kontrol forensik Mabes Polri mengatakan kalau video itu masih tetap asli dengan kata lain tidak diotak-atik. Karenanya, kuasa hukum Buni Yani melayangkan keberatannya atas semua materi dakwaan. 

Buni Yani sendiri selesai melakukan sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), turut berorasi berbarengan pendukungnya di Pengadilan Negeri (PN) Bandung. 

Kata dia Ahok sudah divonis penjara. Begitu masalah yang didakwakan padanya butuh diperhitungkan kembali oleh hakim. 

Selesai pembacaan dakwaan, majelis hakim yang di pimpin M. Sapto serta beranggotakan M. Razzad, Tardi, Judijanto Hadi Laksana, serta I Dewa Gede Suarditha mengambil keputusan tunda sidang serta bakal ‎kembali di gelar pada Selasa, 20 Juni 2017, dengan agenda pembacaan eksepsi atau keberatan. 

Perjalanan sidang Ahok yang pada akhirnya membuatnya dipenjara 2 th. dengan tidak lanngsung bakal jadi tolok ukur perjalanan sidang Buni Yani. Umum dapat menilainya apakah sidang Buni Yani bakal jalan seperti sidangh Ahok. Bila masalah Ahok yang ancamannya maksimum 5 th. penjara sudah buat Ahok dipenjara 2 th., jadi untuk masalah Buni Yani yang ancamannya 6 th. penjara semestinya buat Buni Yani divonis lebih berat di banding Ahok. 

Bila nanti Buni Yani nyatanya memperoleh vonis yang lebih enteng, itu tunjukkan ada ketidak adilan lepas dari bagaimana perjalanan sidang kelak. Pasalnya, Ahok yang dipersidangan sukses mennghadirkan saksi yang pakar yang membungkam saksi-saksi JPU saja masih tetap memperoleh vonis 2 th.. Jadi bila kelak kuasa hukum Buni Yani dapat lakukan pembelaan dengan baik, jadi normalnya Buni Yani mesti divonis lebih berat dari Ahok. 


Salam Hangat BeritaJakarta2017...............

0 komentar:

Posting Komentar

BeritaJakart2017. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

 
close
Poker Online Terbaik Indonesia